Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label baby ru

Rekomendasi Barang Bayi

Memasuki trimester ketiga saya mulai siap-siap belanja perlengkapan bayi lagi. Kalau liat barang-barang bayi tuh seru-seru banget ya, rasanya jadi pengen dibeli semua. Cuma pengen aja, karena sebenarnya saya bukan tipe orang yang sering 'impulse buying'. Selain dananya terbatas, saya ga suka menimbun barang kalau akhirnya jarang dipakai. Saya jadi pengen berbagi tentang empat barang bayi yang menurut saya 'wajib punya yang berkualitas baik'. Bukan untuk pamer tapi untuk membuat hidup lebih mudah. Memang untuk dapat kualitas baik perlu lebih banyak dana, tapi ga rugi sama sekali dengan manfaat yang didapatkan. 1. Sterlizer / Panasonic Dsterile Awalnya saya pakai sterilizer uap biasa merk Crown. Kekurangannya setelah selesai disteril botol dan alat makan lainnya dalam keadaan basah. Kalau dilap pakai tissue jadi kurang steril, tapi kalau diangin-anginkan butuh waktu lama untuk kering plus malah kena debu lagi. Jadi serba salah.

#Pumping Series: Tempat Memerah ASI di Kantor

Dulu saat akan masuk kerja ke kantor baru setelah melahirkan saya banyak cari-cari informasi tentang memerah air susu ibu (ASI) di kantor. Salah satunya tentang dimana biasanya ibu-ibu perah memompa ASI. Masalahnya saya tidak terbayang kantor baru saya akan seperti apa dan apakah ada ruang laktasi atau tidak. Selain untuk persiapan mental juga untuk mempersiapkan perlengkapan yang harus dibawa. Selama 18 bulan menjadi ibu perah, tempat mempompa ASI saya ternyata cukup beragam: 1. Toilet Awal saya masuk, kantor saya masih dalam tahap pembangunan. Tidak ada ruang kosong apalagi ruang laktasi. Untunglah toiletnya lumayan bersih. Jadi selama beberapa bulan pertama saya dan seorang rekan kerja rutin memerah ASI di toilet. Alhamdulillah Ru, anak saya, tidak apa-apa. Saya selalu cuci tangan dulu bersih-bersih sebelum masuk bilik, kemudian menutup dan mengunci pintu dengan siku, dan menutup dudukan kloset dengan kaki. Saya pun mengusahakan ga pegang apa-apa lagi selain alat pumping...

Perlukah Insisi Tongue Tie

Ru sudah bukan bayi lagi, tapi pengalaman menjadi ibu baru dan mengurus bayi sangat membekas bagi saya. Itulah mengapa sekali-kali saya bercerita cerita lampau di sini. Siapa tahu ada ibu baru yang mengalami hal serupa dan bisa belajar dari pengalaman saya. Salah satunya adalah tentang tongue tie , salah satu hal yang sempat ditanyakan beberapa teman saya paska melahirkan. Hampir tiga tahun lalu Ru lahir di Rumah Sakit Puri Cinere. Rumah sakit ini pro ASI. Setelah melahirkan, saya dan Ru tidak hanya dikunjungi oleh dokter kandungan dan dokter anak, tapi juga dokter laktasi. Dokter spesialis menyusui datang dan memeriksa apakah cara menyusu bayi sudah benar dan adakah masalah dalam menyusui. Juga mengajarkan posisi menyusui yang benar. Benar-benar membantu karena menyusui itu ternyata tidak semudah kelihatannya. Beberapa hari setelah Ru lahir puting payudara saya lecet (maaf agak vulgar). Menurut dokter laktasi, setelah memeriksa mulut Ru, hal itu disebabkan Ru mengalami tongue ti...

Playground: Naik Excavator di Kids@Work, Gandaria City

Enam bulan terakhir Ru (2.5 tahun) lagi suka banget sama yang namanya kendaraan konstruksi. Ru hafal semua nama alat-alat berat dan fungsinya. Setiap jalan-jalan dan ketemu di jalan senangnya bukan main. Ga jarang kami berhenti dipinggir jalan untuk nontonin excavator yang lagi parkir. Buku, mainan, tontonan juga semua tentang construction vehicle . Sampe saya boseeeennn.  Dari kesukaannya ini juga kami tahu ada amusement park yang bernama Diggerland. Ru pengen sekali ke sana. Ada hari dimana dia nangis-nangis minta naik mobil dan diantar ke Diggerland. Masalahnya Diggerland itu hanya ada di Amerika dan Inggris. Sampai akhirnya dia pun pasrah menerima kenyataan kalau Diggerland itu jauh dan untuk ke sana perlu uang banyak. 

Daftar Belanja Kebutuhan Bayi

Tiga tahun yang lalu ketika mempersiapkan kelahiran Ru saya menghabiskan banyak waktu membaca berbagai blog untuk membuat daftar belanja kebutuhan bayi. Saat itu keponakan saya baru berusia tiga tahun tapi kakak saya sudah lupa ketika saya tanya barang apa saja yang sebaiknya saya beli. Saat itu saya lumayan bingung karena pengennya beli semua benda yang ada tapi apa daya dana terbatas. Untuk itu sekarang saya membuat daftar belanja kebutuhan bayi berdasarkan pengalaman saya. Semoga daftar ini bisa membantu para calon ibu yang sedang bingung. Untuk versi kedua sengaja saya tuliskan jumlahnya sebagai referensi. Silahkan disimpan di handphone atau bisa juga di-print di kertas A4.

Playground di Cinere - Fun Polis

Menurut berbagai penelitian bermain itu manfaatnya sangat banyak untuk perkembangan anak. Makanya saya dan Bi lumayan rajin ajak Ru (2 Tahun) main di playground . Dengan agenda terselubung bikin energi anaknya cepet habis karena kami berdua capek ngejar ke sana kemari. Ngga, Ru ga masuk kategori hiperaktif kok, tapi aktif aja.  Oktober lalu ada playground baru di Cinere, lumayan dekat dari rumah. Lokasinya ada di gedung Informa sebelah jalan Jakarta. Saya tau tempat ini dari ponakan saya Freya (5 tahun). Sehari sebelumnya dia main di sana dan cerita ke saya dengan harapan saya ajak lagi ke sana. Hari itu juga kami ajak Ru ke sana tanpa Freya. Maaf ya Fre, kita ga sanggup bawa anak dua dan males harus pulangin kamu lagi. (Kali-kali anaknya suatu hari baca blog ini) Playground ini lokasinya ada di lantai dasar menggantikan Informa di lantai itu. Desainnya, jujur saya ga suka sama sekali. Kayaknya desainernya mendalami bidang anak-anaknya cuma di permukaan aja. Tapi beda...

Weekend : Dago Dreampark, Bandung

Weekend kemarin kami mudik ke Bandung dalam rangka Idul Adha. Hari raya baru senin, dua hari sebelumnya ga ada jadwal. Jadilah kami bertiga jadi turis Jakarta. Mengunjungi tempat wisata di Bandung yang baru buka Juli tahun ini - Dago Dreampark. Sesuai namanya tempat ini berlokasi di Dago, tepatnya di jalan Dago Giri. Lumayan deket dari rumah orang tuanya Bi. Jam setengah 9 sudah sampai di sini. Takut keburu ramai.

Playground untuk Bayi di Kidspace, Pondok Indah

Saya sudah resmi berubah jadi ibu-ibu ketika opsi kegiatan saat weekend adalah mencari tempat bermain anak. Hal ini dimulai saat Ru hampir satu tahun. Ru sudah bisa merangkak, sudah bisa mulai main di tempat bermain untuk bayi-bayi. Mamanya juga senang karena pilihan tempat yang bisa dikunjungi saat weekend bertambah. Waktu saya kecil salah satu tempat main favorit saya adalah Kidsport, yang dulu lokasinya di lapangan golf Pondok Indah. Di sana dulu ada tempat main bayi yang seingat saya lumayan seru. Ternyata Kidsport sekarang udah ga ada, yang ada adalah Kidspace. Kidspace ini lokasinya di arteri Pondok Indah di gedung yang dulunya Aquarius. Kidspace ga sebesar Kidsport, tapi lumayan lah. Kelebihannya adalah mereka punya area main khusus anak 6-18 bulan, TotSpot namanya. Biaya masuknya hanya 35,000 tanpa batasan jam. Seperti tempat main pada umumnya anak dan pendamping harus pakai kaos kaki. Enaknya, kedua orang tuanya boleh masuk kalau lagi sepi.

Weekend: Cirebon

Akhir tahun salah seorang teman dekat Bi menikah di Kuningan, Jawa Barat. Kami pun memanfaatkan momen ini untuk sekalian jalan-jalan ke Cirebon. Sekaligus mencoba tol Cipali yang masih lumayan baru itu. Terakhir kali ke Cirebon sama-sama waktu jaman kuliah dulu dalam rangka kunjungan ke pabrik rotan Yamakawa. Artinya sudah lama sekali bagi saya, dan sangat sangat sangat lama sekali buat Bi. Hehe. Hari sabtu kami hanya ke kondangan, jadi berikut cerita satu hari jalan-jalan di Cirebon.

Cerita Menyapih Ru: Weaning with Love

Ru tumbuh dengan sangat cepat. Masa-masa menyusui Ru rasanya sudah lama sekali, padahal dia baru berhenti menyusu tepat di hari ulang tahunnya yang kedua. Empat bulan yang lalu. Ga selama itu juga.  Ini foto Ru di hari ulang tahunnya. Bye bye ASI halo bajigur. Hehe.

Disneyland Hong Kong (HK Special, Part 2)

Kamis, 23-07-15 Hong Kong Special Trip  Day 2 Saatnya melanjutkan janji lama untuk cerita jalan-jalan ke Hong Kong. Menurut jadwal yang sudah disusun sebelum berangkat, hari ini kami akan pergi ke Disneyland. Hore! Sebagai penggemar taman bermain saya tentunya bersemangat. Ditambah lagi pada kunjungan sebelumnya saya ga ke Disneyland, tapi ke Ocean Park, amusement park besar lain yang ada di Hong Kong. Sayangnya pagi-pagi sebelum berangkat hujan turun. Sebenarnya tidak mengherankan karena bulan Juli memang musim hujan di Hong Kong. Berbekal doa kami tetap berangkat, mudah-mudahan hujan reda. Tiket Disneyland sudah dibeli via agen travel sejak di Indonesia. Menurut si tante yang beli, harganya lebih murah dari pada beli online maupun beli langsung di Disneyland. Ru (15 bulan), anak saya, karena dibawah 3 tahun masih gratis. Seperti turis pada umumnya kami mencapai Disneyland dengan MTR. Menuju Sunny Bay Station lalu berganti kereta menuju Dineyland Resort. Kereta ...

Jalan-jalan ke Hong Kong dengan Manula, Balita, dan Batita (HK Special, Part 1)

Libur lebaran kemarin saya dan keluarga besar pergi ke Hong Kong. Ini kali kedua saya dan Bi ke sana. Sebelumnya saya pernah cerita di sini.  Perbedaan besarnya adalah kalau tiga tahun lalu saya pergi berdua saja, kali ini pergi ber-23. Banyak ya. Termasuk di dalamnya Eyang Uti (80 tahun lebih), Freya si ponakan (4 tahun), dan Ru (15 bulan). Walaupun ramai-ramai perjalanan ini semi-backpacker dan tanpa agen travel. Lumayan ribet sih. Tapi tetap senang. Berikut ini vlog buatan adik saya Lala Djais . Enjoy! Penerbangan Ini adalah bagian paling mengecewakan dalam jalan-jalan ini. Saya ga mau cerita detail ah, daripada bikin mood jelek. Intinya menurut pengalaman saya Cathay Pacific sangat sangat ga recommended terutama untuk yang bawa anak di bawah 2 tahun, Lebih mahal dan pelayanannya ga ok sama sekali. Mending cari maskapai lain deh. Saya lumayan kapok sih naik Cathay.  Kursi Roda dan Stroller Ini adalah kesulitan kedua. Sesuai sama cerita orang-orang di inte...

#Pumping Series: Perlengkapan Memerah ASI di Kantor

Ru sudah 18 bulan. Artinya sudah selama itu juga saya memerah ASI. Pengennya sih cerita komplit tentang tips dan suka duka jadi ibu perah. Tapi karena bakal panjang sekali saya bikin perbagian aja ya. Mari dimulai dengan perlengkapannya dulu. Selama 14 bulan  pumping  di kantor, saya pakai sistem trial and eror. Termasuk perlengkapan  pumping.  Jadi apa yang saya bawa saat Ru 4 bulan dan sekarang lumayan beda. Ini bawaan saya yang terkini. Btw ini saya sebut merek bukan karena di- endorse . 1. Cool Box / Cool Bag Awal saya kerja saya bawa cool box karena ga ada kulkas di kantor. Coolbox Rubbermaid beli di ACE Hardware. Cukup tahan selama 12 jam kerja. Biar ga kaya jualan es, coolbox nya saya masukin ke tas kain. Setelah ada kulkas saya ganti bawa coolbag . Pertama pakai merek Gabag dengan dua kompartmen atas-bawah. Beli di ITC Kuningan. Tapi dalam beberapa bulan talinya putus. Sekain talinya oke banget sih sebenernya tas ini, Saya lalu ganti jadi ...

Review Clodi (Cloth Diaper)

Salah satu barang bayi yang membuat saya menghabiskan waktu lama untuk pilih-pilih adalah cloth diaper (clodi). Lama karena model dan merek nya banyak sekali. Harganya pun macem-macem. Waktu itu untungnya saya punya waktu untuk bacain review ibu-ibu lainnya. Sekarang saatnya membalas budi dengan nambahin review clodi dari pengalaman saya 15 bulan ini. Jadi, seperti yang pernah saya ceritain di sini , saya beli bermacam-macam clodi. Konon katanya, sebaiknya jangan beli satu merek saja karena belum tentu pas di anaknya. Sayang kan kalau semuanya jadi ga pas. Saya pun mengikuti saran tersebut. CLODI LOKAL Pempem   -- Saya kurang suka, karena cepat pesing dan entah kenapa suka disemutin. Dari semua clodi cuma ini aja yang sering disemutin. GG  -- Saya suka-suka aja sama GG. Cuma gatau perasaan saya atau apa, Clodi lokal lebih cepat pesing dibanding clodi impor Amerika. Tapi ya ada harga ada barang kan. Cluebebe  -- Sama seperti GG.  So far so good.  ...

Weekend: Taman Safari & R Hotel, Rancamaya

Saya dan Bi, suami saya,  lagi diserang virus jenuh dan butuh liburan. Tapi ga mau mahal-mahal, yang berarti ga jauh-jauh. Tadinya pengen ke Anyer, tapi hotelnya penuh. Maklum, kami super dadakan, baru mau booking hotel H-1. Saya emang paling suka yang spontan kalau tentang jalan-jalan. Jadi kami memutuskan untuk ke taman safari aja. Toh, Ru juga udah ngerti liat binatang pas diajak ke Ragunan . Bi pengen nginep. Katanya biar ga terlalu capek dan dapet suasana yang beda. Akhirnya kami booking R Hotel di Rancamaya. Hotelnya baru buka tahun 2014. Lumayan, dapet kamar di bawah 1 juta karena diskon. Taman Safari Sabtu pagi kami berangkat menuju Safari. Jalanan lumayan padat jadi baru sampai jam 11-an. Walaupun ditulisannya anak di atas 1 tahun bayar, Ru (13 bulan) masih gratis. Alhamdulillah , karena tiketnya lumayan mahal. Ru seneng banget bisa liat binatang dari deket. Dia bahkan berusaha keluar mobil. Hehehe. Setelah keliling naik mobil kami sampai di area bermain....

A Glimpse of My Current Life

I miss writing. That is how i feel lately. It is ironic, when you have zillions things to do and million stories about it, you don't have enough time to write. But when you have nothing to do and want to write, you have no idea what to tell. Nowadays, I am still struggling with working-mother things. I need to cook for baby Ru and monitor what he did on daily basis but I also have a busy work in my workplace. Oh, and I am craving for some me time. Being perfect is not an option. I run out energy everyday. I even missed some dinner because I was too tired and slept instantly when I touched my bed. Sometimes, I have no idea how other working mom survive. For me, these past 6 months was like a roller coaster. It was fun but tiring. Some days were so tough I wanted to give up. Some days nice and manageable. One thing to keep in mind, from one of my favorite song in high school, 'but don't forget enjoy the ride' :) My mind are full with these two.  Tips and...

Cerita Melahirkan

H-2, Tragedi Comberan "Jatuh dimana bu? Kok bisa?" tanya dokter kandungan saya dengan muka agak khawatir. Saya nyengir-nyengir dulu sebelum jawab. Supaya bu dokter tau sebenernya saya ga merasa apa-apa. *** Pagi itu sesuai saran dokter, saya jalan pagi. Entah kenapa saya pengen lewat rute yang lain dari biasanya. Sebagian rutenya lewat jalan besar. Jalannya memang ga ada trotoar. Tapi saya pikir asal hati-hati ya tidak berbahaya. Ketika saya jalan, tiba-tiba ada rombongan truk tentara super ngebut. Serem banget rasanya sampai kayak mau menyerempet pejalan kaki. Imbasnya, angkot-angkot di belakangnya latah ikut-ikut ngebut dengan kecepatan kayak di tol. Saya punya dua pilihan, melipir ke got atau keserempet angkot. Saya pilih yang kedua karena sepertinya lebih aman. Detik berikutnya saya merasa kaki saya tergelincir masuk got. Comberan lebih tepatnya, karena warna dan baunya di level 10 dari 10. Kejadiannya lumayan cepat, entah gimana saya udah jatuh tersungkur de...

Selamat Datang di Dunia Baby Ru

Baca judulnya ketebakkan saya mau cerita apa. Yup yup betul sekali! Akhirnya setelah 38 minggu di dalam perut, si ade bayi lahir juga. Alhamdulillah. Karena sudah lahir, maka sebut saja sekarang namanya Baby Ru. Nama aslinya sengaja rahasia karena orangnya masih bayi jadi   ga bisa ditanyain apa namanya boleh ditulis di blog ini atau ngga.   Jadi ini dia penampakan anak laki-laki saya dan Bi saat baru lahir. Ganteng ya.. Please bilang ganteng.. Hehe Sekarang umurnya sudah sebulan lebih. Beritanya telat banget ya. Harap maklum, saya masih lumayan bingung dengan rutinitas baru sejak punya anak. Boro-boro deh sempet nulis blog. Ditambah si mbak yang pulang kampung dan tak kembali. Malah curhat. Untuk cerita proses kelahirannya di postingan berikutnya ya. Moga-moga sempet. ( UPDATE : Ini cerita kelahiran baby Ru ) Moral - Ya ga ada, cuma mau sekilas info aja kok