Langsung ke konten utama

Cerita Menyapih Ru: Weaning with Love



Ru tumbuh dengan sangat cepat. Masa-masa menyusui Ru rasanya sudah lama sekali, padahal dia baru berhenti menyusu tepat di hari ulang tahunnya yang kedua. Empat bulan yang lalu. Ga selama itu juga. 

Ini foto Ru di hari ulang tahunnya. Bye bye ASI halo bajigur. Hehe.

Metode Menyapih
Jujur saya ga banyak baca tentang metode menyapih. Rasanya jauh lebih deg deg an ketika ASI perah semakin berkurang. ASI saya juga ga berlimpah. Jadi saya sepintas aja baca tentang metode-metode menyapih. Weaning with love adalah metode yang paling ideal menurut saya. 

Weaning with love ini dilakukan dengan cara sounding ke anaknya bahwa dia sudah besar sudah saat nya tidak disusui lagi. Katanya cara ini tidak akan merusak ikatan antara ibu-anak yang sudah terjalin saat masa-masa menyusui. 

Sounding, sounding
Sekitar dua sampai tiga bulan sebelum Ru ulang tahun yang kedua saya mulai sering bilang ke Ru "Ru kan sudah besar, kalau sudah umur dua ga nenen lagi ya." atau "Nanti kalau Ru udah ulang tahun yang kedua udah ga nenen lagi ya, kan sudah besar."

Ru sih diem aja setiap saya bilang begitu. Tapi efeknya dia lebih sering minta menyusu dari pada sebelum saya sounding. Gagal nih kayaknya. Saya sih santai saja. Ya sudahlah kalau umur dua lewat masih menyusui, nanti dicoba cara lain.

Untunglah saya ga dapet tekanan dari siapa-siapa kecuali bapak mertua yang kekeuh Ru harus disapih tepat umur dua, tidak boleh kelewat. Hehe, udah kayak deadline kerjaan aja.

Ulang Tahun Ru
H-1 sebelum ulang tahun, saya sempet tes untuk ga menyusui Ru seharian. Namun, tengah malam ketika dia sudah tidur, Ru terbangun dan minta menyusu. Ya sudah pikir saya, toh belum hari ulang tahunnya. Sampai saat itu saya pikir metode ini sepertinya gagal.

Esoknya saya tegaskan lagi ke Ru, "Ru hari ini ulang tahun. Ga nenen lagi ya. Kan sudah besar." Seperti biasa dia diam saja. Hari itu dia beberapa kali minta menyusu, tapi setiap saya bilang "eh lupa ya, kan sudah ulang tahun." Dia langsung menyerah.

Saya sangat terharu karena menyapih Ru yang saya kira akan susah ternyata berjalan lancar dan cukup mudah. Nenen adalah salah satu hal kesukaan Ru. Saya tau sering kali dia minta disusui bukan karena lapar, tapi untuk membuat dia merasa nyaman ketika sedang takut atau khawatir.

Semua orang di keluarga saya juga cukup terkejut Ru bisa berhenti menyusui tepat di hari ulang tahunnya. Mereka pun tahu betapa sukanya anak yang satu itu menempel pada mamanya.

Yang tersisa
Biasanya saat menyusu Ru selalu memegang pusar saya. Sekarang meskipun menyusu sudah jadi kenangan masa lalu, ritual pegang pusar ini masih terus dilakukan. Hehe, mungkin ini saatnya untuk weaning with love part 2, untuk lepas dari pusar.

Moral, Tips, & Trik
- Jangan menyerah saat sounding anaknya malah semakin minta disusui. Mungkin karena mereka paham makanya mau dipuas-puasin dulu.

- Santai itu perlu. Haha padahal saya sering ga santai juga untuk banyak hal lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Museum Kata, Belitung

Sebuah rumah warna-warni menyambut kami di pinggir jalan sepi itu. "Fiction is the new power" tertulis di sana. Menarik, pikir saya. Museum Kata ternyata lebih besar dari kelihatannya. Di dalamnya berisi tentang perjalanan Laskar Pelangi, juga tentang berbagai hal lainnya seperti tentang Belitung dan literatur dunia. Untuk pertama kalinya saya tidak terganggu dengan banyaknya tulisan yang tertempel di dinding. Biasanya museum dengan banyak tulisan dan sedikit interaksi dengan benda pamer membuat saya bosan. Namun museum ini membuat saya merasa membaca buku tiga dimensi. Saya mengagumi Andrea Hirata. Seseorang dari di pulau kecil tapi cerdas, mampu menulis dengan baik, sukses memperkenalkan kampung halamannya, dan meningkatkan perekonomian daerah asalnya lewat pariwisata. Gara-gara Laskar Pelangi Belitung lebih terkenal daripada pulau tetangganya, Bangka. Padahal pantai di Bangka juga sama cantiknya.

Playground: Kidzoona, AEON, BSD

Libur pemilu kemarin Ru main di AEON BSD sama sepupu-sepupunya, Freya dan Cleo. Tiba-tiba ke AEON karena uyutnya Ru yang lagi jalan-jalan ke sana dan pasti seneng kalau cicitnya ikut gabung. Akhirnya tiga bocah itu dibolehin main di playground karena bingung juga mau ngapain. Mainnya di Kidzoona, supaya eyang uyut bisa nontonin dari luar. Kalau Playtime dan Miniapolis tertutup jadi ga bisa dilihat anaknya lagi main apa. Kidzoona ada di dalam department store AEON bagian anak-anak di lantai 2. Tepatnya berada di ujung paling dalam. Harga Tiket dan Member Untuk main di sini ada dua pilihan waktu: 1 jam atau satu hari. Biayanya 80 ribu untuk satu jam dan 130 ribu untuk satu hari pada weekend atau hari libur. Sementara di hari kerja biayanya 50 ribu dan 80 ribu saja. Saran saya jangan pilih tiket satu hari kalau weekend . Selain mahal, playground -nya ramai.

#5. SG Trip - Peranakan Museum

( My Travel Series ) _____________ Senin, 25-1-2010 Singapore Museum Trip Day 1 (Please note that this trip happened in 2010, there are probably some changes in the museum now) Mengunjungi Museum Peranakan setelah  National Museum of Singapore  adalah suatu kesalahan. Pertama, energi saya sudah terkuras cukup banyak paska keliling-keliling di museum nasional yang sungguh besar itu. Kedua, Setelah melihat museum besar dan sangat 'wah', Museum Peranakan jadi terlihat kecil dan biasa saja. Padahal Museum Peranakan ini sebenarnya menarik. Museum Peranakan ini berisi tentang warga keturunan yang lahir di Singapura. Bagaimana ya menjelaskannya, intinya tentang beragam suku bangsa yang datang dan kemudian membangun keluarga di Singapura, asal-usul penduduk Singapura. Untuk lebih jelasnya, ini saya kasih sedikit preview lewat foto. Silahkan. Di luar Museum Peranakan Kiri: Saya sedang mendengarkan penjelasan via head phone. // Kanan: Si Ade dengan telpon k...