Langsung ke konten utama

Rekomendasi Barang Bayi

rekomendasi-barang-bayi
Memasuki trimester ketiga saya mulai siap-siap belanja perlengkapan bayi lagi. Kalau liat barang-barang bayi tuh seru-seru banget ya, rasanya jadi pengen dibeli semua. Cuma pengen aja, karena sebenarnya saya bukan tipe orang yang sering 'impulse buying'. Selain dananya terbatas, saya ga suka menimbun barang kalau akhirnya jarang dipakai.

Saya jadi pengen berbagi tentang empat barang bayi yang menurut saya 'wajib punya yang berkualitas baik'. Bukan untuk pamer tapi untuk membuat hidup lebih mudah. Memang untuk dapat kualitas baik perlu lebih banyak dana, tapi ga rugi sama sekali dengan manfaat yang didapatkan.

1. Sterlizer / Panasonic Dsterile
Awalnya saya pakai sterilizer uap biasa merk Crown. Kekurangannya setelah selesai disteril botol dan alat makan lainnya dalam keadaan basah. Kalau dilap pakai tissue jadi kurang steril, tapi kalau diangin-anginkan butuh waktu lama untuk kering plus malah kena debu lagi. Jadi serba salah.

Akhirnya saya memutuskan beli Panasonic Dsterile. Memang sih suhunya hanya sampai 70 derajat yang artinya ga semua kuman akan mati. Tapi menurut papa (papa saya doktor mikrobiologi) ga papa ga terlalu steril biar si bayi bisa bikin antibodinya sendiri. Jadi kalau menurut saya ga perlu sih beli sterilizer ultra violet yang harganya sampai tiga jutaan, kecuali kalau emang ada dana berlebih.

Sampai sekarang sterilizer ini masih saya pakai untuk botol dot nya Ru (3 tahun 5 bulan). Lebih untuk ngeringin bukan untuk steril. Ga rugi sama sekali. Kalau lagi pergi-pergi saya suka kangen sama alat ini karena jadi harus melap botol-botolnya Ru.

Harga 800 ribuan / Steril uap biasa 200-300 ribuan

2. Gendongan / Pognae 3 in 1 Smart Hip Seat Carrier
Setelah Ru lahir saya baru sadar bahwa gendongan berkualitas itu lebih diperlukan daripada stroller. Selain lebih ringkas, ternyata ga semua anak suka duduk di stroller, salah satunya Ru. Akibatnya lama-lama saya dan Bi jadi sakit pinggang setiap gendong Ru karena dia makin lama makin berat.

Nah untuk merknya sebenarnya ga harus Pognae. Pognae sendiri adalah produk Korea, saya pengen beli karena lebih murah dari Ergobaby (saya ga mau beli yang KW). Awalnya saya mau beli Pognae basic, tapi Bi tiba-tiba beli yang 3 in 1 ini tanpa bilang ke saya. Untung aja tipe ini ternyata enak juga. Kekurangannya hip seat-nya agak bulky jadi lumayan makan tempat kalau lagi ga dipakai.

Gendongan ini sangat berguna dan selalu kami pakai sampai Ru umur 1,5 tahun an. Bahkan waktu liburan ke Hong Kong saat Ru umur dua tahun kami ga bawa stroller dan Ru digendong kemana-mana. Lumayan banget ga capek. Saya bisa naik turun kereta sambil menyusui berkat Pognae 3 in 1 ini.

Setelah Ru umur 2,5 tahun dia udah terlalu berat untuk digendong. Akhirnya gendongan berjasa ini pensiun juga.

Harga 1,5 Jutaan / Soft Structure Carrier KW 300 ribuan

gendongan-pognae-hipseat
pognae-3-in-1-indonesia
gendongan-untuk-traveling
3. Car Seat / Joie Steadi
Ini sih udah pastilah ya harus bagus, karena kalau ngga bahaya. Jujur sih saya juga ga tau cara membuktikan sebuah car seat itu bagus atau ngga gimana. Teorinya selain terikat aman, materialnya juga bukan yang bisa mengeluarkan racun kalau terkena udara panas. Soalnya car seat kan ditempatkan di mobil dan kalau siang bisa panas banget. Kalau car seatnya jelek dia akan mengeluarkan gas-gas berbahaya.

Sebenarnya Ru dapat kado car seat Pliko dan dipakai dari baru lahir. Namun car seat ini kelihatan agak kurang nyaman dan hanya bisa dipakai sampai usia satu tahun. Jadi kami memutuskan untuk beli yang lebih bagus.

Car seat berikutnya saya beli karena bisa dipakai dari newborn sampai 18 kg (kira-kira empat tahun). Saya pilih Joie Steadi karena harganya masuk akal dan dibuat sesuai regulasi UN ECE (salah satu standar dunia untuk kendaraan). Belinya di Suzzana Baby Shop Pondok Indah. Walaupun harganya jauh lebih murah dari car seat yang dijual di mal-mal, tapi alhamdulillah ga ada masalah selama Ru pakai. Walaupun masih cukup, sekarang car seat ini udah ga dipakai lagi, berganti dengan car seat toddler tanpa sandaran.

Harga 1,7 Jutaan / Car Seat Pliko 400 ribuan

car-seat-joie

car-seat-untuk-newborn

4. Pompa ASI / Medela Swing Maxi
Beli breast pump bagus itu penting banget. Apalagi untuk ibu bekerja. Pumping itu harus senang, sementara cari waktu pumping ga gampang. Kalau jadi butuh waktu lama karena mesin pumping ga oke pasti lama-lama bikin stress.

Saya suka sekali sama Medela Swing Maxi karena dual pump. Sangat membantu menghemat waktu pumping. Walaupun tetep sih di akhir saya selalu selesaikan dengan tangan (marmet) karena rasanya masih ada ASI yang ga kepompa. Sebenernya pengennya beli medela freestyle, tapi nanti gaji saya langsung habis. Saya udah pernah cerita juga tentang pompa ASI ini waktu cerita tentang perlangkapan pumping. 

Harga 2,7 Jutaan / Pompa ASI Medela Manual 400 ribuan

Moral, Tips, & Trik
- Kalau dananya terbatas harus pintar-pintar mengalokasikan dana.

- Menurut saya kalau keempat barang di atas sudah terpenuhi baru deh sisa dananya bisa dipakai untuk beli stroller dan perlengkapan MPASI yang bagus.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perlukah Insisi Tongue Tie

Ru sudah bukan bayi lagi, tapi pengalaman menjadi ibu baru dan mengurus bayi sangat membekas bagi saya. Itulah mengapa sekali-kali saya bercerita cerita lampau di sini. Siapa tahu ada ibu baru yang mengalami hal serupa dan bisa belajar dari pengalaman saya. Salah satunya adalah tentang tongue tie , salah satu hal yang sempat ditanyakan beberapa teman saya paska melahirkan. Hampir tiga tahun lalu Ru lahir di Rumah Sakit Puri Cinere. Rumah sakit ini pro ASI. Setelah melahirkan, saya dan Ru tidak hanya dikunjungi oleh dokter kandungan dan dokter anak, tapi juga dokter laktasi. Dokter spesialis menyusui datang dan memeriksa apakah cara menyusu bayi sudah benar dan adakah masalah dalam menyusui. Juga mengajarkan posisi menyusui yang benar. Benar-benar membantu karena menyusui itu ternyata tidak semudah kelihatannya. Beberapa hari setelah Ru lahir puting payudara saya lecet (maaf agak vulgar). Menurut dokter laktasi, setelah memeriksa mulut Ru, hal itu disebabkan Ru mengalami tongue ti...

Cerita Melahirkan: Operasi Caesar Kedua

“Bu, lahir sekarang ya,” kata dokter kandungan saya dengan tenang. Jujur saya dan Bi kaget. Harusnya hari ini hanya kontrol rutin 37 minggu kehamilan. Mestinya sih kami tidak kaget-kaget amat. Sebulan terakhir bu dokter memang bilang ada kemungkinan harus segera dilahirkan kalau ketuban saya di bawah batas normal. Sebab cairan ketuban saya terbilang sedikit. Tapi kami yakin dan percaya itu tidak akan terjadi. Kan saya sudah minum 3 liter air tiap hari, minum air kelapa, dan Pocari Sweat seperti saran dokter. Saya juga sudah afirmasi positif bisa lahiran normal. Kenyataannya ga semua semua yang dipercaya jadi kenyataan. ( FYI saat itu indeks cairan ketuban ( Amniotic Fluid Index ) saya 8 padahal menurut dokter kandungan saya minimal 10. Seminggu sebelumnya masih 12.  Idealnya 15, kata bu dokter)

Chi Lin Nunnery dan Nan Lian Garden (HK Special, Part 5)

Minggu, 26-07-2015 Hong Kong Special Trip  Day 5 Hari terakhir di acara jalan-jalan kali ini. Huhu. Rencananya hari ini keluarga besar saya akan pergi ke Shenzhen untuk shopping dan melihat Window of the World. Saya izin untuk tidak ikut rombongan. Besok pagi kami sudah harus kembali ke Indonesia, sepertinya akan terlalu melelahkan untuk Ru (15 bulan). Akhirnya saya, Bi, dan Ru memutuskan untuk mengunjungi Chi Lin Nunnery dan Nan Lian Garden, yang letaknya berseberangan. Chi Lin Nunnery adalah kuil Budha bergaya Dinasti Tan yang awalnya dibangun pada 1934, dan dibangun ulang pada tahun 1990-an. Sementara Nan Lian Garden adalah taman bergaya klasik Cina yang juga dibuat bergaya Dinasti Tan.