Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Baby

Review Breast Pump Silikon MOOIMOM

Bagi buibu yang instagramnya ibu-ibu banget pasti ga asing dengan pompa ASI ini. Iklannya banyak berseliweran di Instagram. Kebetulan saya memang lagi pikir-pikir untuk beli breast pump karena dua pompa ASI yang saya punya rusak. Harusnya keduanya bisa dibenerin tapi ya kok saya males. Akhirnya saya putuskan beli saja karena review Mooimom breast pump ini cukup baik dan harganya murah. Pesan dan Unboxing Saya kemudian memesan breast pump ini di website resminya. Sampainya cepat sekali. pesan hari jumat, besoknya sampai. Belinya yang versi lama karena harganya beda hampir seratus ribu tapi perbedaan bentuknya kurang signifikan. Breast pump ini dikemas di dalam kotak karton tipis dan dibungkus plastik. dilengkapi juga dengan tutup plastik. Tidak ada buku manual karena Semua petunjuk tertulis di bagian luar kotak. Cara Kerja Awalnya saya kira pompa ini lebih seperti penampung ASI bukan pompa beneran, tapi katanya bukan. Infonya bisa dipakai untuk tiga hal: menjadi pompa ASI, d...

Cerita Melahirkan: Operasi Caesar Kedua

“Bu, lahir sekarang ya,” kata dokter kandungan saya dengan tenang. Jujur saya dan Bi kaget. Harusnya hari ini hanya kontrol rutin 37 minggu kehamilan. Mestinya sih kami tidak kaget-kaget amat. Sebulan terakhir bu dokter memang bilang ada kemungkinan harus segera dilahirkan kalau ketuban saya di bawah batas normal. Sebab cairan ketuban saya terbilang sedikit. Tapi kami yakin dan percaya itu tidak akan terjadi. Kan saya sudah minum 3 liter air tiap hari, minum air kelapa, dan Pocari Sweat seperti saran dokter. Saya juga sudah afirmasi positif bisa lahiran normal. Kenyataannya ga semua semua yang dipercaya jadi kenyataan. ( FYI saat itu indeks cairan ketuban ( Amniotic Fluid Index ) saya 8 padahal menurut dokter kandungan saya minimal 10. Seminggu sebelumnya masih 12.  Idealnya 15, kata bu dokter)

Anggota Keluarga Baru

Bulan lalu anggota keluarga kami resmi bertambah. Lebih cepat dari perkiraan saya dan Bi. Tapi sesuai dengan keinginan Ru agar ade cepat lahir. Alhamdulillah semua sehat dan lancar. Perkenalkan ini baby Haha. Tentu saja bukan nama sebenarnya. Ceritanya untuk menjaga privasi biar pas gede ga protes ke mamanya kenapa cerita macem-macem di dunia maya. Gimana mirip ga sama Ru pas baru lahir ? Sekarang saya masih dalam tahap menyesuaikan diri dengan rutinitas baru. Karena itu cerita lengkap tentang proses kelahiran Haha menyusul ya. Thanks for reading!

Review Training Pants: Peninsula, Cuddle Me, dan Klodiz

Ru (3.5 tahun) sampai sekarang belum juga lulus potty train . Untung menurut pakarnya potty train terlalu dini malah lebih berbahaya dari pada telat. Jadi saya ga stres-stres amat. Walaupun begitu, bukan berarti saya tanpa usaha. Peralatan tempur untuk potty train sudah komplit dari Ru umur dua, mulai dari dudukan untuk di kloset, pispot, sampai training pant . Training pant ini sebenarnya mirip cloth diaper , bedanya daya serapnya sengaja dibuat tidak begitu tinggi. Tujuannya supaya anak merasa basah dan lembab kalau pipis di celana tapi tidak membuat air seninya langsung banjir kemana-mana. Saya ga banyak baca review saat beli training pant , cuma sempat bertanya pada teman saya saja. Ada tiga merek training pant yang saya beli online: Peninsula Baby, Cuddle Me, dan Klodiz, berikut review -nya:

Review Stroller - Britax / Coco Latte / Pockit

Dengan banyaknya merk dan jenis stroller yang ada di pasaran ga heran kalau para orang tua baru jadi bingung harus pilih yang mana. Saya dulu juga begitu. Jadi sebelum review tentang stroller yang Ru pakai, saya mau sedikit cerita tentang KRITERIA SAYA DALAM MEMILIH STROLLER. Bisa Dipakai Newborn atau Tidak Stroller yang sandarannya bisa ditidurkan untuk bayi baru lahir biasanya harganya lebih mahal. Kalau mau irit bisa diakali dengan membeli stroller untuk bayi 6 bulan ke atas dengan catatan 6 bulan pertama pakai gendongan saja atau sewa saat diperlukan. Mau Dipakai Kemana Ini penting banget untuk memutuskan sebaiknya beli Jogger Stroller atau Stroller biasa. Sesuai namanya, jogger stroller diperuntukan untuk medan yang tidak rata misalnya con-block . Kalau seringnya untuk ke mal ga perlu beli jogger stroller karena ukurannya rata-rata lebih besar jadi lebih susah nyelip. Kemudahan Membuka-Melipat Entah kenapa saya agak ga jago kalau tentang buka tutup strolle...

Rekomendasi Barang Bayi

Memasuki trimester ketiga saya mulai siap-siap belanja perlengkapan bayi lagi. Kalau liat barang-barang bayi tuh seru-seru banget ya, rasanya jadi pengen dibeli semua. Cuma pengen aja, karena sebenarnya saya bukan tipe orang yang sering 'impulse buying'. Selain dananya terbatas, saya ga suka menimbun barang kalau akhirnya jarang dipakai. Saya jadi pengen berbagi tentang empat barang bayi yang menurut saya 'wajib punya yang berkualitas baik'. Bukan untuk pamer tapi untuk membuat hidup lebih mudah. Memang untuk dapat kualitas baik perlu lebih banyak dana, tapi ga rugi sama sekali dengan manfaat yang didapatkan. 1. Sterlizer / Panasonic Dsterile Awalnya saya pakai sterilizer uap biasa merk Crown. Kekurangannya setelah selesai disteril botol dan alat makan lainnya dalam keadaan basah. Kalau dilap pakai tissue jadi kurang steril, tapi kalau diangin-anginkan butuh waktu lama untuk kering plus malah kena debu lagi. Jadi serba salah.

USG 4D di RSB Citra Ananda, Ciputat

Sejujurnya saya agak maju mundur mau cerita pengalaman USG 4D minggu lalu. Bisa dibilang bukan pengalaman yang menyenangkan, tapi saya putuskan untuk cerita saja. Moga-moga ga terlalu negatif ceritanya. Perlukah USG 4D Ini sebenarnya juga jadi pertanyaan saya. Waktu hamil Ru saya tidak USG 4D, tapi di usia kehamilan 22 minggu kandungan saya diperiksa dengan alat USG lain . Alat ini bisa melihat organ-organ secara terperinci dari otak kecil sampai bilik-bilik jantung. Saat itu saya selalu kontrol di RS Puri Cinere dan tidak pernah berganti dokter. Pindah alat ini juga atas anjuran bu dokter. Di kehamilan kedua saya kontrol di RS Hermina Ciputat dengan dokter berbeda. Di usia kehamilan yang sama, dokter saya tidak memeriksa organ-organ dalam secara terperinci seperti saat hamil Ru. Saya lalu bertanya apa saya tidak perlu USG 3D/4D. Dokter saya bilang boleh saja kalau saya mau, sekalian bisa melihat adakah kelainan jantung bawaan.

Perdana Pergi ke Posyandu

Setelah tiga tahun lebih jadi ibu, baru pertama kali saya pergi ke Posyandu. Tapi bukan kali pertama untuk Ru, anak saya. Saat saya masih kerja kantoran, Ru pernah dibawa pengasuhnya untuk ambil vitamin A di Posyandu. Posyandu Cempaka III berlokasi di Pisangan, Ciputat TImur, Tangerang Selatan. Tidak jauh dari rumah. Fasilitas layanan kesehatan ini bertempat di sebuah rumah warga dan buka satu hari dalam sebulan (setiap hari Kamis pertama setiap bulannya). Lokasi dan jam buka Posyandu ini diketahui warga dari mulut ke mulut. Artinya tanpa bantuan dari pengasuhnya Ru yang warga asli daerah sini, saya gatau harus kapan dan kemana kalau mau ke Posyandu.

#Pumping Series: Tempat Memerah ASI di Kantor

Dulu saat akan masuk kerja ke kantor baru setelah melahirkan saya banyak cari-cari informasi tentang memerah air susu ibu (ASI) di kantor. Salah satunya tentang dimana biasanya ibu-ibu perah memompa ASI. Masalahnya saya tidak terbayang kantor baru saya akan seperti apa dan apakah ada ruang laktasi atau tidak. Selain untuk persiapan mental juga untuk mempersiapkan perlengkapan yang harus dibawa. Selama 18 bulan menjadi ibu perah, tempat mempompa ASI saya ternyata cukup beragam: 1. Toilet Awal saya masuk, kantor saya masih dalam tahap pembangunan. Tidak ada ruang kosong apalagi ruang laktasi. Untunglah toiletnya lumayan bersih. Jadi selama beberapa bulan pertama saya dan seorang rekan kerja rutin memerah ASI di toilet. Alhamdulillah Ru, anak saya, tidak apa-apa. Saya selalu cuci tangan dulu bersih-bersih sebelum masuk bilik, kemudian menutup dan mengunci pintu dengan siku, dan menutup dudukan kloset dengan kaki. Saya pun mengusahakan ga pegang apa-apa lagi selain alat pumping...

Perlukah Insisi Tongue Tie

Ru sudah bukan bayi lagi, tapi pengalaman menjadi ibu baru dan mengurus bayi sangat membekas bagi saya. Itulah mengapa sekali-kali saya bercerita cerita lampau di sini. Siapa tahu ada ibu baru yang mengalami hal serupa dan bisa belajar dari pengalaman saya. Salah satunya adalah tentang tongue tie , salah satu hal yang sempat ditanyakan beberapa teman saya paska melahirkan. Hampir tiga tahun lalu Ru lahir di Rumah Sakit Puri Cinere. Rumah sakit ini pro ASI. Setelah melahirkan, saya dan Ru tidak hanya dikunjungi oleh dokter kandungan dan dokter anak, tapi juga dokter laktasi. Dokter spesialis menyusui datang dan memeriksa apakah cara menyusu bayi sudah benar dan adakah masalah dalam menyusui. Juga mengajarkan posisi menyusui yang benar. Benar-benar membantu karena menyusui itu ternyata tidak semudah kelihatannya. Beberapa hari setelah Ru lahir puting payudara saya lecet (maaf agak vulgar). Menurut dokter laktasi, setelah memeriksa mulut Ru, hal itu disebabkan Ru mengalami tongue ti...

Daftar Belanja Kebutuhan Bayi

Tiga tahun yang lalu ketika mempersiapkan kelahiran Ru saya menghabiskan banyak waktu membaca berbagai blog untuk membuat daftar belanja kebutuhan bayi. Saat itu keponakan saya baru berusia tiga tahun tapi kakak saya sudah lupa ketika saya tanya barang apa saja yang sebaiknya saya beli. Saat itu saya lumayan bingung karena pengennya beli semua benda yang ada tapi apa daya dana terbatas. Untuk itu sekarang saya membuat daftar belanja kebutuhan bayi berdasarkan pengalaman saya. Semoga daftar ini bisa membantu para calon ibu yang sedang bingung. Untuk versi kedua sengaja saya tuliskan jumlahnya sebagai referensi. Silahkan disimpan di handphone atau bisa juga di-print di kertas A4.

Playground untuk Bayi di Kidspace, Pondok Indah

Saya sudah resmi berubah jadi ibu-ibu ketika opsi kegiatan saat weekend adalah mencari tempat bermain anak. Hal ini dimulai saat Ru hampir satu tahun. Ru sudah bisa merangkak, sudah bisa mulai main di tempat bermain untuk bayi-bayi. Mamanya juga senang karena pilihan tempat yang bisa dikunjungi saat weekend bertambah. Waktu saya kecil salah satu tempat main favorit saya adalah Kidsport, yang dulu lokasinya di lapangan golf Pondok Indah. Di sana dulu ada tempat main bayi yang seingat saya lumayan seru. Ternyata Kidsport sekarang udah ga ada, yang ada adalah Kidspace. Kidspace ini lokasinya di arteri Pondok Indah di gedung yang dulunya Aquarius. Kidspace ga sebesar Kidsport, tapi lumayan lah. Kelebihannya adalah mereka punya area main khusus anak 6-18 bulan, TotSpot namanya. Biaya masuknya hanya 35,000 tanpa batasan jam. Seperti tempat main pada umumnya anak dan pendamping harus pakai kaos kaki. Enaknya, kedua orang tuanya boleh masuk kalau lagi sepi.

Cerita Menyapih Ru: Weaning with Love

Ru tumbuh dengan sangat cepat. Masa-masa menyusui Ru rasanya sudah lama sekali, padahal dia baru berhenti menyusu tepat di hari ulang tahunnya yang kedua. Empat bulan yang lalu. Ga selama itu juga.  Ini foto Ru di hari ulang tahunnya. Bye bye ASI halo bajigur. Hehe.

#Pumping Series: Perlengkapan Memerah ASI di Kantor

Ru sudah 18 bulan. Artinya sudah selama itu juga saya memerah ASI. Pengennya sih cerita komplit tentang tips dan suka duka jadi ibu perah. Tapi karena bakal panjang sekali saya bikin perbagian aja ya. Mari dimulai dengan perlengkapannya dulu. Selama 14 bulan  pumping  di kantor, saya pakai sistem trial and eror. Termasuk perlengkapan  pumping.  Jadi apa yang saya bawa saat Ru 4 bulan dan sekarang lumayan beda. Ini bawaan saya yang terkini. Btw ini saya sebut merek bukan karena di- endorse . 1. Cool Box / Cool Bag Awal saya kerja saya bawa cool box karena ga ada kulkas di kantor. Coolbox Rubbermaid beli di ACE Hardware. Cukup tahan selama 12 jam kerja. Biar ga kaya jualan es, coolbox nya saya masukin ke tas kain. Setelah ada kulkas saya ganti bawa coolbag . Pertama pakai merek Gabag dengan dua kompartmen atas-bawah. Beli di ITC Kuningan. Tapi dalam beberapa bulan talinya putus. Sekain talinya oke banget sih sebenernya tas ini, Saya lalu ganti jadi ...

A Glimpse of My Current Life

I miss writing. That is how i feel lately. It is ironic, when you have zillions things to do and million stories about it, you don't have enough time to write. But when you have nothing to do and want to write, you have no idea what to tell. Nowadays, I am still struggling with working-mother things. I need to cook for baby Ru and monitor what he did on daily basis but I also have a busy work in my workplace. Oh, and I am craving for some me time. Being perfect is not an option. I run out energy everyday. I even missed some dinner because I was too tired and slept instantly when I touched my bed. Sometimes, I have no idea how other working mom survive. For me, these past 6 months was like a roller coaster. It was fun but tiring. Some days were so tough I wanted to give up. Some days nice and manageable. One thing to keep in mind, from one of my favorite song in high school, 'but don't forget enjoy the ride' :) My mind are full with these two.  Tips and...

Cerita Melahirkan

H-2, Tragedi Comberan "Jatuh dimana bu? Kok bisa?" tanya dokter kandungan saya dengan muka agak khawatir. Saya nyengir-nyengir dulu sebelum jawab. Supaya bu dokter tau sebenernya saya ga merasa apa-apa. *** Pagi itu sesuai saran dokter, saya jalan pagi. Entah kenapa saya pengen lewat rute yang lain dari biasanya. Sebagian rutenya lewat jalan besar. Jalannya memang ga ada trotoar. Tapi saya pikir asal hati-hati ya tidak berbahaya. Ketika saya jalan, tiba-tiba ada rombongan truk tentara super ngebut. Serem banget rasanya sampai kayak mau menyerempet pejalan kaki. Imbasnya, angkot-angkot di belakangnya latah ikut-ikut ngebut dengan kecepatan kayak di tol. Saya punya dua pilihan, melipir ke got atau keserempet angkot. Saya pilih yang kedua karena sepertinya lebih aman. Detik berikutnya saya merasa kaki saya tergelincir masuk got. Comberan lebih tepatnya, karena warna dan baunya di level 10 dari 10. Kejadiannya lumayan cepat, entah gimana saya udah jatuh tersungkur de...

Selamat Datang di Dunia Baby Ru

Baca judulnya ketebakkan saya mau cerita apa. Yup yup betul sekali! Akhirnya setelah 38 minggu di dalam perut, si ade bayi lahir juga. Alhamdulillah. Karena sudah lahir, maka sebut saja sekarang namanya Baby Ru. Nama aslinya sengaja rahasia karena orangnya masih bayi jadi   ga bisa ditanyain apa namanya boleh ditulis di blog ini atau ngga.   Jadi ini dia penampakan anak laki-laki saya dan Bi saat baru lahir. Ganteng ya.. Please bilang ganteng.. Hehe Sekarang umurnya sudah sebulan lebih. Beritanya telat banget ya. Harap maklum, saya masih lumayan bingung dengan rutinitas baru sejak punya anak. Boro-boro deh sempet nulis blog. Ditambah si mbak yang pulang kampung dan tak kembali. Malah curhat. Untuk cerita proses kelahirannya di postingan berikutnya ya. Moga-moga sempet. ( UPDATE : Ini cerita kelahiran baby Ru ) Moral - Ya ga ada, cuma mau sekilas info aja kok

Belanja Bayi – Mae Bebe dan Fany Baby Shop

Sejujurnya saya sama sekali ga ahli tentang perbelanjaan barang bayi. Juga bukan tipe ibu-ibu yang rajin bandingin harga antar toko. Pengen cerita aja pengalaman belanja perlengkapan bayi. Pertama kali namanya juga. Biasanya cuma beliin kado bayi yang saya ngarang-ngarang aja kira-kira mereka butuh apa. Saya baru belanja setelah masuk 7 bulan kehamilan. Walaupun sebelumnya udah curi start beli stroller dan clodi . Bermodalkan baca-baca di internet, sesi belanja ini terbagi dua. Sesi pertama sama si mama, yang kedua sama suami saya si Bi. Mae Bebe Jl. Bintaro Utama V, EA- 1/5 Bintaro Jaya 5 Telp 021-7358421 (di depan kampus STAN Bintaro sektor 5) (photo via  ukiranaelok  ) Awalnya si mama ngajakin untuk belanja di mangga dua aja. Di tempat punya temen SD nya. Tapi karena saat itu Jakarta lagi banjir-banjirnya, saya usul ke tempat yang lebih dekat. Diputuskanlah untuk belanja di Mae Bebe Bintaro yang konon katanya lebih murah. Berbekal lis hasil browsing , saya...

Perdana Belanja (Stroller) di Amazon

Konon katanya, belanja perlengkapan bayi itu kalau sudah lewat 7 bulan. Tapi waktu bayi di perut baru 4 bulan, temannya Bi (suami saya) berbaik hati menawarkan untuk titip beli stroller  di Amerika. Mumpung dia harus dinas ke Amerika. Menurutnya, di sana harga stroller lebih murah dari di Indonesia. Karena nitip jadinya juga bebas ongkos kirim kan. Kami pun dengan senang hati mengambil kesempatan ini. Yah , biarin deh belom 7 bulan, yang penting irit. Haha. Teman si Bi, sebut saja namanya Tebi (temen bi), menyuruh kami untuk pesan barangnya di Amazon dan kirim ke rumah kakaknya yang tinggal di US. Perburuan pun dimulai. Buka Amazon tuh udah ribuan kali. Tapi ga pernah niat beli apa-apa karena selain ga semua bisa shipping ke Indonesia, ongkos kirimnya juga mahal. Padahal dari dulu pengen banget coba belanja di Amazon. Akhirnya kesampaian juga. : D Setelah saya dan Bi browsing cari-cari stroller apa yang mau kita beli, kita memutuskan untuk beli merek Britax. Britax seben...

Belanja Bayi: Clodi (Cloth Diaper)

Updated Desember 2017 Setelah hamil ada dua kegiatan baru yang saya lakukan. Pertama bacain blog ibu-ibu (yang dulu saya paling ga tertarik). Kedua, belanja online. Jadi bagi kalian-kalian teman-temanku yang belum jadi ibu-ibu mungkin postingan kali ini agak malesin ya. Haha. Salah satu hasil dari dua 'hobi' baru saya adalah cloth diaper. Di Indonesia sebutan gaulnya clodi. Awalnya tau dari mantan temen kantor yang sekarang jualan clodi online. Bagi yang ga tau, clodi itu adalah jenis popok yang bisa dicuci dengan daya serap yang sama kayak disposable diapers . Jenis dan mereknya macem-macem banget. Lumayan lama saya baca-baca review di berbagai blog tentang masing-masing merek. Akhirnya saya pun membuat daftar belanjaan dan mulailah saya belanja. Kali ini reviewnya tentang toko online tempat saya beli clodi.  1. Navibaby Clodi (Facebook) Ini toko online punya Devi, teman saya. Awalnya pengen beli semuanya di sini aja, praktis dan terpercaya....