Langsung ke konten utama

Review Training Pants: Peninsula, Cuddle Me, dan Klodiz

review-training-pants-lokal
Ru (3.5 tahun) sampai sekarang belum juga lulus potty train. Untung menurut pakarnya potty train terlalu dini malah lebih berbahaya dari pada telat. Jadi saya ga stres-stres amat. Walaupun begitu, bukan berarti saya tanpa usaha. Peralatan tempur untuk potty train sudah komplit dari Ru umur dua, mulai dari dudukan untuk di kloset, pispot, sampai training pant.

Training pant ini sebenarnya mirip cloth diaper, bedanya daya serapnya sengaja dibuat tidak begitu tinggi. Tujuannya supaya anak merasa basah dan lembab kalau pipis di celana tapi tidak membuat air seninya langsung banjir kemana-mana.

Saya ga banyak baca review saat beli training pant, cuma sempat bertanya pada teman saya saja. Ada tiga merek training pant yang saya beli online: Peninsula Baby, Cuddle Me, dan Klodiz, berikut review-nya:

PENINSULA BABY - DISNEY
Training pant produk Cina. Satu set dapat tiga. 

KELEBIHAN
- Gambarnya lucu. Ini alasan kenapa saya beli. Hehe alasannya dangkal banget.
- Tipis, jadi Ru selalu ga betah kalau pipis dan langsung minta ganti, tapi ini jadi kekurangannya juga.

KEKURANGAN
- Tipis,  sehingga langsung bocor sekali pipis. Tidak ada bedanya dengan celana dalam biasa.

review-training-pants-peninsula-disney
training-pants-pooh

CUDDLE ME Adjustable Training Pant
Produk Indonesia. Bisa dibeli satuan.

KELEBIHAN
- Ukuran bisa diatur, jadi bisa dipakai lama. Lebih ekonomis.
- Bahan lembut dan desainnya imut.

KEKURANGAN
- Tebal, sehingga perlu waktu lama untuk kering saat dijemur.
- Harus dicuci dengan hati-hati, sebaiknya dengan tangan atau pakai laundry net. Selama ini saya selalu cuci dengan mesin cuci tanpa laundry net dan berakibat jahitannya lepas-lepas.

training-pants-cuddle-me-landak

KLODIZ Training Pant
Produk buatan Indonesia. Satu paket isi dua. Ini favorit saya, jadi Ru paling banyak punya merek ini.

KELEBIHAN
- Bisa menyerap satu kali pipis dengan daya serap cukup baik. Kalau pipisnya tidak banyak jadi tidak bocor ke lantai
- Cepat kering saat dijemur dan mudah perawatannya.

KEKURANGAN
- Potongannya agak kecil, sebaiknya pilih satu nomer lebih besar. Saat Ru 13 Kg dia pakai ukuran XL.
rekomendasi-training-pants-klodiz-pesawat

BONUS- BLUEBERRY Training Pants/ Swim Diaper
Produk impor dari Amerika. Bisa dibeli satuan. Saya beli ini untuk Ru berenang. Beli di Nenen Baby Shop Pondok Indah. Kelupaan difoto, ya sudahlah ya, namanya juga bonus.

KELEBIHAN
- Bisa dipakai berenang.

KEKURANGAN
- Harganya mahal.

--
Sekian review-nya. Doakan Ru cepat lulus potty train ya. Sebenarnya Ru sempat sudah pup di kloset, tapi sejak saya hamil dia mengalami kemunduran. Agaknya Ru takut tersaingi si ade dan memilih bertingkah seperti bayi. Ah Ru, kamu mah.

Moral, Tips, & Trik
- Lebih baik beli produk Indonesia, selain cinta tanah air, kualitasnya cukup bagus dan harganya bersahabat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perlukah Insisi Tongue Tie

Ru sudah bukan bayi lagi, tapi pengalaman menjadi ibu baru dan mengurus bayi sangat membekas bagi saya. Itulah mengapa sekali-kali saya bercerita cerita lampau di sini. Siapa tahu ada ibu baru yang mengalami hal serupa dan bisa belajar dari pengalaman saya. Salah satunya adalah tentang tongue tie , salah satu hal yang sempat ditanyakan beberapa teman saya paska melahirkan. Hampir tiga tahun lalu Ru lahir di Rumah Sakit Puri Cinere. Rumah sakit ini pro ASI. Setelah melahirkan, saya dan Ru tidak hanya dikunjungi oleh dokter kandungan dan dokter anak, tapi juga dokter laktasi. Dokter spesialis menyusui datang dan memeriksa apakah cara menyusu bayi sudah benar dan adakah masalah dalam menyusui. Juga mengajarkan posisi menyusui yang benar. Benar-benar membantu karena menyusui itu ternyata tidak semudah kelihatannya. Beberapa hari setelah Ru lahir puting payudara saya lecet (maaf agak vulgar). Menurut dokter laktasi, setelah memeriksa mulut Ru, hal itu disebabkan Ru mengalami tongue ti...

Cerita Melahirkan: Operasi Caesar Kedua

“Bu, lahir sekarang ya,” kata dokter kandungan saya dengan tenang. Jujur saya dan Bi kaget. Harusnya hari ini hanya kontrol rutin 37 minggu kehamilan. Mestinya sih kami tidak kaget-kaget amat. Sebulan terakhir bu dokter memang bilang ada kemungkinan harus segera dilahirkan kalau ketuban saya di bawah batas normal. Sebab cairan ketuban saya terbilang sedikit. Tapi kami yakin dan percaya itu tidak akan terjadi. Kan saya sudah minum 3 liter air tiap hari, minum air kelapa, dan Pocari Sweat seperti saran dokter. Saya juga sudah afirmasi positif bisa lahiran normal. Kenyataannya ga semua semua yang dipercaya jadi kenyataan. ( FYI saat itu indeks cairan ketuban ( Amniotic Fluid Index ) saya 8 padahal menurut dokter kandungan saya minimal 10. Seminggu sebelumnya masih 12.  Idealnya 15, kata bu dokter)

Chi Lin Nunnery dan Nan Lian Garden (HK Special, Part 5)

Minggu, 26-07-2015 Hong Kong Special Trip  Day 5 Hari terakhir di acara jalan-jalan kali ini. Huhu. Rencananya hari ini keluarga besar saya akan pergi ke Shenzhen untuk shopping dan melihat Window of the World. Saya izin untuk tidak ikut rombongan. Besok pagi kami sudah harus kembali ke Indonesia, sepertinya akan terlalu melelahkan untuk Ru (15 bulan). Akhirnya saya, Bi, dan Ru memutuskan untuk mengunjungi Chi Lin Nunnery dan Nan Lian Garden, yang letaknya berseberangan. Chi Lin Nunnery adalah kuil Budha bergaya Dinasti Tan yang awalnya dibangun pada 1934, dan dibangun ulang pada tahun 1990-an. Sementara Nan Lian Garden adalah taman bergaya klasik Cina yang juga dibuat bergaya Dinasti Tan.