Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Korea-japan trip

Universal Studio Japan, Kurang Cocok untuk Balita

Universal Studio Japan (USJ) adalah tempat terakhir yang kami kunjungi di trip Korea-Jepang . Di sini, adik-adik sepupu saya puas bermain dan pulang dengan senyum lebar di akhir hari. Sayangnya itu tidak terjadi dengan saya dan Bi. Universal Studio kurang cocok untuk anak-anak usia 2 tahun ke bawah seperti Ru. Tiket masuk untuk dewasa (12-64 tahun) saat saya berkunjung adalah 7,400 yen (sekitar 880 ribu rupiah, di kurs hari ini). Jelas bukan jumlah yang sedikit. Anak-anak dibawah 4 tahun tidak dikenakan biaya masuk. Awalnya saya cukup antusias, mengingat Ru bisa bermain banyak wahana di Disneyland Hong Kong tahun lalu , saat usianya baru satu tahun. Syaratnya hanya sudah bisa duduk tegak dan tidak tidur. Ternyata di USJ tidak demikian. Kebanyakan wahana menetapkan tinggi minimal 92 cm, 102 cm, dan 107 cm. Saat kami berkunjung tinggi Ru baru 90 cm dan dia pun ditolak untuk naik wahana yang tampaknya tidak berbahaya sekalipun.

Kuil Fushimi Inari dengan Balita

Fushimi Inari adalah kuil Shinto yang terletak di Kyoto, Jepang. Kuil ini terkenal karena deretan gapura berwarna oranye ( torii ) yang jumlahnya ribuan. Gapura-gapura tersebut berderet mengikuti jalan setapak di hutan Gunung Inari, di belakang kuil utama. Tempat ini sangat populer sebab ribuan torii ini terlihat sangat bagus di foto, sangat instagramable kalau kata anak sekarang. Selain itu Fushimi Inari buka 24 jam, gratis, dan tinggal menyeberang dari stasiun kereta yang namanyapun Fushimi Inari Station . Sehingga pantas saja ketika saya berkunjung kuil ini ramai sekali. Jalan-jalan dengan Balita Salah satu tips untuk jalan sama anak-anak adalah jangan terlalu idealis. Maksudnya, jangan berharap bisa menjelajah semuanya atau berkunjung ke banyak tempat di waktu yang terbatas. Di Fushimi Inari pun juga begitu. Untuk menyusuri keseluruhan jalan setapak penuh torii ini diperlukan waktu 2-3 jam. Jalannya tidak rata penuh dengan tangga-tangga kecil. Sehingga tidak mungkin memaka...

Pelajaran dari Jalan-jalan ke Osaka Castle

Yang namanya jalan-jalan itu ga selalu sukses. Contohnya saat kami pergi ke Osaka Castle. Sebenernya bukan gagal gimana gitu sih. Tapi rasanya kurang inspiratif dan harusnya bisa jauh lebih baik. Bingung Transportasi Kesalahan utama saya adalah kurang cari informasi sebelum ke sini. Pasalnya saya terlalu mengandalkan ibu dan adik saya. Ketika berpisah dari rombongan , saya jadi kurang siap. Selama jalan-jalan di Jepang saya dan keluarga membeli JR pass. JR pass ini adalah tiket terusan untuk naik kereta di line JR. Kalau mau untung sebaiknya hanya pakai kereta yang dikelola JR saja. Sayangnya jalur JR ini ga semuanya merupakan rute yang paling oke untuk pergi dari satu titik ke titik lain. Saat menuju Osaka Castle dari Namba kami sempat naik kereta non JR. Padahal ternyata bisa saja kalau mau pakai JR. Ini baru kami sadari saat pulang.

Minggu Pagi di Namba Parks, Osaka, Jepang

“Waduh Ki jauh-jauh ke Jepang cari spot yang Jepang banget donk jangan kaya di Cibubur,” komentar om saya saat saya mengunggah foto kami bertiga di Namba Parks, Osaka. Iya juga sih, saat itu sedang musim panas dan kami berfoto diantara tanaman."Eits jangan salah om.. Ini di atas gedung," jawab saya waktu itu. Sebenarnya saya ga peduli, toh saya jalan-jalan itu bukan buat pamer. Diunggah ke instagram juga supaya instagram saya ada isinya, lumayan untuk album digital. Hari itu adalah hari kedua saya dan keluarga berada di Jepang. Sengaja loncat ke hari kedua karena hari pertama terlalu melelahkan dan kurang menyenangkan untuk diceritakan. Mungkin kapan-kapan saya ceritakan. Hari ini semua keluarga saya naik shinkansen dari Osaka ke Hiroshima. Saya, Bi, dan Ru membelot tidak ikut. Kemarin terlalu melelahkan untuk kami, jadi hari ini mau jalan santai saja di Osaka. Seperti yang sudah saya ceritakan di sini, untuk trip Korea-Jepang kali ini saya fokus bikin itinerary Kore...

Berkunjung ke Dongdaemun Design Plaza by Zaha Hadid

Ini adalah malam terakhir saya dan keluarga di Seoul . Setelah mengunjungi Gyeongbokgung Palace , Insadong , Dongadaemun Toys Street , dan Myeongdong Street Market, kami segera bergegas menuju Dongdaemun Design Plaza. Takut terlalu malam. Salah satu landmark kota Seoul ini adalah rancangan Zaha Hadid. Walaupun sering sekali melihat karya-karya Zaha Hadid di berbagai media, Saya dan suami, Bi, belum pernah berkunjung secara langsung. Wow! Emang ya kalau dirancang sama arsitek top memang beda. Pengalaman yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Selain bentuknya yang sangat futuristik kami mengagumi bagaimana seorang arsitek bisa meyakinkan kliennya untuk menerima rancangan yang tidak biasa. Tentu tidak biasa lazimnya berbanding lurus dengan biaya yang lebih tinggi.

Belanja Mainan Murah di Korea

Dongdaemun Stationery and Toys Alley, Seoul, Korea Sesuai namanya tempat belanja di daerah Dongdaemun ini menjual alat tulis dan mainan yang katanya murah. Sebagai orang tua sayang anak, saya dan Bi, suami saya, menyempatkan berkunjung ke sini dalam kunjungan singkat kami ke Seoul. Lokasinya tak jauh dari pintu keluar subway . Waaah senang sekali melihat pasar yang isinya cuma alat tulis dan mainan aneka rupa.

Belanja Oleh-oleh di Insadong, Seoul, Korea

Setelah melihat-lihat Gyeongbokgung Palace saya dan keluarga kemudian berjalan kaki ke daerah Insadong. Hanya perlu kira-kira tujuh menit berjalan kaki dari istana Gyeongbokgung ke sana. Insadong ini merupakan tempat belanja yang terkenal dengan barang-barang tradisional Korea. Saya sebenarnya tidak terlalu antusias karena saya tidak berencana membeli banyak oleh-oleh barang khas Korea ataupun membeli untuk diri sendiri. Kenyataannya tempat belanja yang satu ini jauh di atas ekspektasi saya. Bukan hanya menjual barang-barang tradisional tapi juga barang berdesain modern dengan tema kebudayaan Korea. Sukaaa.

Gyeongbokgung Palace, Seoul, Korea

15 Juli 2016 Tidak seperti kemarin, hari ini kami tidak menyewa bus dan berencana untuk berkeliling kota Seoul menggunakan subway. Kami tidak membeli tiket subway khusus karena lebih murah beli biasa bila hanya satu hari. Mengikuti itinerary yang telah dibuat tempat pertama yang akan kami kunjungi adalah Gyeongbokgung Palace. Istana ini adalah yang terbesar dan (katanya) paling bagus dari lima komplek istana yang ada di kota Seoul.

Namsangol Hanok Village, Seoul, Korea

Biar terasa kalau lagi di luar negeri kami pun berkunjung ke kampung tradisional Korea, atau sebutan resminya Hanok Village. Ada dua Hanok Village yang terkenal di Seoul: Namsangol Hanok Village dan Bukchon Hanok Village. Walaupun sama-sama kampung tradisional tapi kedua tempat ini menawarkan dua hal yang lumayan berbeda. Namun karena keterbatasan waktu kami pun hanya berkunjung ke Namsangol Hanok Village. 

Satu Jam di N Seoul Tower

N Seoul Tower adalah landmark kota Seoul. Lokasi nya di atas gunung tapi berada di tengah kota. Saya tidak banyak baca tentang tempat ini karena merupakan rekomendasi mama saya yang sudah pernah ke Korea.  Ekspektasi saya tempat ini seperti The Peak di Hong Kong . Nyatanya N Seoul Tower lebih sederhana. Tempat ini menawarkan penorama kota Seoul dari atas, pertunjukan tradisional gratis, dan romantisme ala Korea dengan gembok cintanya. Sesuatu yang lebih cocok dinikmati dalam waktu yang agak lama dan santai, dan bukan satu jam saja seperti kami. Kami memang terikat waktu karena hanya menyewa bus sampai jam enam sore. 

Makanan Halal di Korea - EID 이드, Itaewon, Seoul

"Makanan di Korea enak-enak banget!" begitu kata teman saya yang hobi wisata kuliner. "Tapi bukannya banyak babi?" jawab saya mengingatkan kalau saya ga boleh makan babi. Teman saya ini non-muslim.  "Iya juga ya," jawabnya agak iba karena saya jadi tidak bisa merasakan senangnya makan di Korea. Padahal saya ga sesedih itu sih. ____________ Saya kemudian menemukan sebuah restauran yang menyajikan masakan Korea tapi halal, Eid namanya. Langsung saya masukkan ke itinerary kami karena kapan lagi bisa cobain makanan Korea di Korea tanpa takut ada babinya atau pakai minyak babi. 

Museum Anak-anak, National Museum of Korea (Korea-Japan Trip, Part 1)

Kamis, 14-07-2016 ( Korea - Japan Trip)  Pesawat kami berangkat tengah malam dari Jakarta dan tiba di Incheon keesokan paginya. Sebuah bus lalu datang menjemput saya dan keluarga besar. Bus ini kami sewa sampai jam 6 sore, sudah dipesan dari di Indonesia via internet. Kami memberikan daftar tempat-tempat yang ingin kami kunjungi hari ini, perusahaan  bus tersebut kemudian mengatur rutenya dengan mempertimbangkan jarak dan kemacetan. Baik ya.  National Museum of Korea adalah tujuan pertama kami. Saya pilih karena di sini ada Children's Museum -nya dan saya pengen lihat desainnya. Hehe , alasan yang lumayan egois. Tapi keluarga saya mau juga kok, katanya pengen lihat kayak apa museum untuk anak-anak karena kan di Indonesia belum ada. Plus masuk museum gratis jadi lumayan kan bisa berhemat.

Itinerary 2 Hari di Seoul, Korea

Libur lebaran tahun ini saya dan keluarga alhamdulillah bisa jalan-jalan ke Korea. Karena tergiur promo tiket pesawat, kami membeli tiket ke Seoul dan pulang dari Osaka. Keputusan yang kemudian agak disesali karena waktu jalan-jalan kami singkat, hanya satu minggu. Singkat cerita, kami hanya punya waktu dua hari di Korea lalu lanjut ke Jepang. Saya yang buat itinerary dua hari di Seoul karena keluarga saya yang lain lebih tertarik untuk bikin itinerary di Jepang.