Langsung ke konten utama

Naik Excavator di Builder’s Zone Amazone, AEON BSD

main-excavator-angkat-kayu
Sejak kemunculan Kids@work di Gandaria City tiba-tiba saja mainan kendaraan konstruksi jadi mudah ditemukan. Salah satunya di AEON BSD. Builder’s Zone namanya.

Sebenarnya Ru (3 tahun) sudah beberapa kali main di sini, tapi baru sekarang saya pengen nulis tentang playground ini.

Biaya dan Sistem Bermain
Builder’s Zone merupakan bagian dari playground Amazone. Namun di AEON lokasinya terpisah. Untuk main di sini menggunakan kartu Amazone. Satu kali bermain biayanya 20 ribu. Caranya tinggal digesek di sisi kendaraan mainan, sama seperti mainan lainnya di Amazone.

the-builders-zone-aeon-bsd

Jenis Permainan
Construction Zone punya lima jenis kendaraan berat: excavator terbuka, excavator dengan bilik kaca, excavator dengan jepitan untuk kayu, crane magnet, dan crane capitan.

Seringnya Ru tidak naik semuanya karena sebenarnya Ru belum terlalu bisa nyetirnya juga. Selain itu totalnya jadi 100ribu kalau ingin naik semua.

excavator-untuk-anak

playground-excavator-jakarta-bsd
excavator-gali-pasir-anak

excavator-kaca
crane-aeon-bsd

playground-alat-konstruksi-bsd

playground-construction-site-bsd
kendaraan-konstruksi-di-mal

excavator-mal

main-excavator-aeon
Tanpa Kostum dan Pengarah
Beda dengan Kids@Work, di sini anak-anak tidak menggunakan helm dan rompi seperti pekerja bangunan sungguhan. Lebih ringkas memang, tapi jadi kurang seperti aslinya.

Selain itu pengunjung dibiarkan untuk main sendiri. Penjaganya hanya akan membantu jika pengunjung mengalami kesulitan.


Tertarik main? Lokasinya ada di lantai 2 AEON BSD (di dekat area pendidikan)

Moral, Tips, &Trik
- Tiap main ke sini Ru senang, tapi bukan yang senang banget. Kayaknya sih pakai kostum atau ngga cukup berpengaruh bagi Ru
- Lumayan untuk anak yang suka kendaraan konstruksi tapi ga punya banyak waktu.

BACA JUGA
: Naik Excavator di Kids@Work, Gandaria City

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Museum Kata, Belitung

Sebuah rumah warna-warni menyambut kami di pinggir jalan sepi itu. "Fiction is the new power" tertulis di sana. Menarik, pikir saya. Museum Kata ternyata lebih besar dari kelihatannya. Di dalamnya berisi tentang perjalanan Laskar Pelangi, juga tentang berbagai hal lainnya seperti tentang Belitung dan literatur dunia. Untuk pertama kalinya saya tidak terganggu dengan banyaknya tulisan yang tertempel di dinding. Biasanya museum dengan banyak tulisan dan sedikit interaksi dengan benda pamer membuat saya bosan. Namun museum ini membuat saya merasa membaca buku tiga dimensi. Saya mengagumi Andrea Hirata. Seseorang dari di pulau kecil tapi cerdas, mampu menulis dengan baik, sukses memperkenalkan kampung halamannya, dan meningkatkan perekonomian daerah asalnya lewat pariwisata. Gara-gara Laskar Pelangi Belitung lebih terkenal daripada pulau tetangganya, Bangka. Padahal pantai di Bangka juga sama cantiknya.

Playground: Kidzoona, AEON, BSD

Libur pemilu kemarin Ru main di AEON BSD sama sepupu-sepupunya, Freya dan Cleo. Tiba-tiba ke AEON karena uyutnya Ru yang lagi jalan-jalan ke sana dan pasti seneng kalau cicitnya ikut gabung. Akhirnya tiga bocah itu dibolehin main di playground karena bingung juga mau ngapain. Mainnya di Kidzoona, supaya eyang uyut bisa nontonin dari luar. Kalau Playtime dan Miniapolis tertutup jadi ga bisa dilihat anaknya lagi main apa. Kidzoona ada di dalam department store AEON bagian anak-anak di lantai 2. Tepatnya berada di ujung paling dalam. Harga Tiket dan Member Untuk main di sini ada dua pilihan waktu: 1 jam atau satu hari. Biayanya 80 ribu untuk satu jam dan 130 ribu untuk satu hari pada weekend atau hari libur. Sementara di hari kerja biayanya 50 ribu dan 80 ribu saja. Saran saya jangan pilih tiket satu hari kalau weekend . Selain mahal, playground -nya ramai.

#5. SG Trip - Peranakan Museum

( My Travel Series ) _____________ Senin, 25-1-2010 Singapore Museum Trip Day 1 (Please note that this trip happened in 2010, there are probably some changes in the museum now) Mengunjungi Museum Peranakan setelah  National Museum of Singapore  adalah suatu kesalahan. Pertama, energi saya sudah terkuras cukup banyak paska keliling-keliling di museum nasional yang sungguh besar itu. Kedua, Setelah melihat museum besar dan sangat 'wah', Museum Peranakan jadi terlihat kecil dan biasa saja. Padahal Museum Peranakan ini sebenarnya menarik. Museum Peranakan ini berisi tentang warga keturunan yang lahir di Singapura. Bagaimana ya menjelaskannya, intinya tentang beragam suku bangsa yang datang dan kemudian membangun keluarga di Singapura, asal-usul penduduk Singapura. Untuk lebih jelasnya, ini saya kasih sedikit preview lewat foto. Silahkan. Di luar Museum Peranakan Kiri: Saya sedang mendengarkan penjelasan via head phone. // Kanan: Si Ade dengan telpon k...