Langsung ke konten utama

Rumah Keong Belitung

tempat-wisata-belitung-timur
Rumah Keong atau Dermaga Kirana berlokasi di Gantung, Belitung Timur. Merupakan bangunan seperti keong dari rotan sintetis di atas dermaga pada danau bekas galian. Di tempat ini terdapat penyewaan perahu, namun saat kami berkunjung, air di danau sedang kering sehingga tidak beroperasi. Untuk masuk ke area Rumah Keong dikenakan biaya lima ribu rupiah per orang.

Kami hanya sebentar di tempat ini. Sebab selain berfoto tidak ada yang bisa dilakukan lagi. Saran saya tidak perlu jauh-jauh ke Gantung kalau hanya ingin melihat objek wisata ini. Bolehlah kalau menjadi bagian dari trip keliling Belitung Timur seperti mengunjungi Museum Kata, Pantai Nyiur Melambai, Kampung Ahok, dan Replika Sekolah Laskar Pelangi. Sepuluh sampai lima belas menit di tempat ini saya rasa cukup.

Mungkin kalau ada airnya tempat wisata ini tampak lebih bagus. Gara-gara kering, Ru (3 tahun 4 bulan) jadi ingin turun ke bawah dermaga. Sebab tak jauh dari sana ada excavator sedang bekerja. Tentu saja tidak saya izinkan. 

Saya ga bisa cerita lebih panjang lagi, sebab kunjungan kami juga sebentar sekali. Anggap saja ini sekilas info.

rumah-keong-belitung

rumah-keong-belitung-surut

rotan-sintetis


Moral, Tips, & Trik
- Silahkan dikunjungi bagi yang suka foto-foto. Kalau waktu terbatas saya lebih merekomendasikan ke Museum Kata saja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Museum Kata, Belitung

Sebuah rumah warna-warni menyambut kami di pinggir jalan sepi itu. "Fiction is the new power" tertulis di sana. Menarik, pikir saya. Museum Kata ternyata lebih besar dari kelihatannya. Di dalamnya berisi tentang perjalanan Laskar Pelangi, juga tentang berbagai hal lainnya seperti tentang Belitung dan literatur dunia. Untuk pertama kalinya saya tidak terganggu dengan banyaknya tulisan yang tertempel di dinding. Biasanya museum dengan banyak tulisan dan sedikit interaksi dengan benda pamer membuat saya bosan. Namun museum ini membuat saya merasa membaca buku tiga dimensi. Saya mengagumi Andrea Hirata. Seseorang dari di pulau kecil tapi cerdas, mampu menulis dengan baik, sukses memperkenalkan kampung halamannya, dan meningkatkan perekonomian daerah asalnya lewat pariwisata. Gara-gara Laskar Pelangi Belitung lebih terkenal daripada pulau tetangganya, Bangka. Padahal pantai di Bangka juga sama cantiknya.

Playground: Kidzoona, AEON, BSD

Libur pemilu kemarin Ru main di AEON BSD sama sepupu-sepupunya, Freya dan Cleo. Tiba-tiba ke AEON karena uyutnya Ru yang lagi jalan-jalan ke sana dan pasti seneng kalau cicitnya ikut gabung. Akhirnya tiga bocah itu dibolehin main di playground karena bingung juga mau ngapain. Mainnya di Kidzoona, supaya eyang uyut bisa nontonin dari luar. Kalau Playtime dan Miniapolis tertutup jadi ga bisa dilihat anaknya lagi main apa. Kidzoona ada di dalam department store AEON bagian anak-anak di lantai 2. Tepatnya berada di ujung paling dalam. Harga Tiket dan Member Untuk main di sini ada dua pilihan waktu: 1 jam atau satu hari. Biayanya 80 ribu untuk satu jam dan 130 ribu untuk satu hari pada weekend atau hari libur. Sementara di hari kerja biayanya 50 ribu dan 80 ribu saja. Saran saya jangan pilih tiket satu hari kalau weekend . Selain mahal, playground -nya ramai.

#5. SG Trip - Peranakan Museum

( My Travel Series ) _____________ Senin, 25-1-2010 Singapore Museum Trip Day 1 (Please note that this trip happened in 2010, there are probably some changes in the museum now) Mengunjungi Museum Peranakan setelah  National Museum of Singapore  adalah suatu kesalahan. Pertama, energi saya sudah terkuras cukup banyak paska keliling-keliling di museum nasional yang sungguh besar itu. Kedua, Setelah melihat museum besar dan sangat 'wah', Museum Peranakan jadi terlihat kecil dan biasa saja. Padahal Museum Peranakan ini sebenarnya menarik. Museum Peranakan ini berisi tentang warga keturunan yang lahir di Singapura. Bagaimana ya menjelaskannya, intinya tentang beragam suku bangsa yang datang dan kemudian membangun keluarga di Singapura, asal-usul penduduk Singapura. Untuk lebih jelasnya, ini saya kasih sedikit preview lewat foto. Silahkan. Di luar Museum Peranakan Kiri: Saya sedang mendengarkan penjelasan via head phone. // Kanan: Si Ade dengan telpon k...