Langsung ke konten utama

Anniversary dan Kejutan

Ga terasa sudah lima tahun saya menikah dengan Bi. Harusnya pertanda baik ya kalau bisa bilang ga terasa. (Kalau mau baca cerita anniversary tahun-tahun sebelumnya: anniversary pertama, kedua, ke empat.) Berhubung tahun ini kami tidak merencanakan liburan, karena masih harus menyesuaikan budget karena saya tidak lagi bekerja, saya meminta Bi untuk cuti. Daripada cutinya tidak terpakai.

Ga ada agenda perayaan khusus sebenarnya. Saya cuma ingin punya quality time berdua saja. Untung bahasa cinta saya dan Bi jika berdasarkan buku Five Language of Love sama-sama quality time.

Makan dan Nonton
Kencan kami standar saja. Makan dan nonton. Agar agak berbeda kami sengaja makan di restauran yang kami berdua belum pernah. Restauran Momiji di Hotel Aston Priority Simatupang, dekat tempat kami menikah lima tahun lalu.

Selesai nonton Bi berbaik hati menemani saya nonton Beauty and The Beast yang menurut saya kurang terasa kisah cintanya.

Bersyukur
Perayaannya mungkin sederhana, tapi saya bersyukur bisa merayakan ulang tahun pernikahan kelima ini. Terutama karena Bi dengan mudahnya mengabulkan permohonan saya untuk cuti. Biasanya dia paling susah disuruh cuti. Juga jarang-jarang kami bisa pergi berdua tanpa Ru. Kadang-kadang perlu juga lo bebas dari ngurusin anak sambil jalan-jalan.

Kejutan
Bersamaan dengan cerita ini saya sekaligus mau cerita kalau saya hamil lagi. Saya bilang kejutan karena kehamilan kali ini sebenarnya di luar rencana.

Ini juga yang bikin perayaan anniversary kami sebagian besar duduk saja. Maklum saya mual seharian. Itu juga yang membuat saya ga menulis blog sesering yang saya mau. Mual mual pergilah!

Ya udah sekian cerita terkini kehidupan saya. Thanks for reading, semoga sehat-sehat semua ya!

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belanja Mainan Murah di Korea

Dongdaemun Stationery and Toys Alley, Seoul, Korea Sesuai namanya tempat belanja di daerah Dongdaemun ini menjual alat tulis dan mainan yang katanya murah. Sebagai orang tua sayang anak, saya dan Bi, suami saya, menyempatkan berkunjung ke sini dalam kunjungan singkat kami ke Seoul. Lokasinya tak jauh dari pintu keluar subway . Waaah senang sekali melihat pasar yang isinya cuma alat tulis dan mainan aneka rupa.

Perlukah Insisi Tongue Tie

Ru sudah bukan bayi lagi, tapi pengalaman menjadi ibu baru dan mengurus bayi sangat membekas bagi saya. Itulah mengapa sekali-kali saya bercerita cerita lampau di sini. Siapa tahu ada ibu baru yang mengalami hal serupa dan bisa belajar dari pengalaman saya. Salah satunya adalah tentang tongue tie , salah satu hal yang sempat ditanyakan beberapa teman saya paska melahirkan. Hampir tiga tahun lalu Ru lahir di Rumah Sakit Puri Cinere. Rumah sakit ini pro ASI. Setelah melahirkan, saya dan Ru tidak hanya dikunjungi oleh dokter kandungan dan dokter anak, tapi juga dokter laktasi. Dokter spesialis menyusui datang dan memeriksa apakah cara menyusu bayi sudah benar dan adakah masalah dalam menyusui. Juga mengajarkan posisi menyusui yang benar. Benar-benar membantu karena menyusui itu ternyata tidak semudah kelihatannya. Beberapa hari setelah Ru lahir puting payudara saya lecet (maaf agak vulgar). Menurut dokter laktasi, setelah memeriksa mulut Ru, hal itu disebabkan Ru mengalami tongue ti...

Cerita Melahirkan: Operasi Caesar Kedua

“Bu, lahir sekarang ya,” kata dokter kandungan saya dengan tenang. Jujur saya dan Bi kaget. Harusnya hari ini hanya kontrol rutin 37 minggu kehamilan. Mestinya sih kami tidak kaget-kaget amat. Sebulan terakhir bu dokter memang bilang ada kemungkinan harus segera dilahirkan kalau ketuban saya di bawah batas normal. Sebab cairan ketuban saya terbilang sedikit. Tapi kami yakin dan percaya itu tidak akan terjadi. Kan saya sudah minum 3 liter air tiap hari, minum air kelapa, dan Pocari Sweat seperti saran dokter. Saya juga sudah afirmasi positif bisa lahiran normal. Kenyataannya ga semua semua yang dipercaya jadi kenyataan. ( FYI saat itu indeks cairan ketuban ( Amniotic Fluid Index ) saya 8 padahal menurut dokter kandungan saya minimal 10. Seminggu sebelumnya masih 12.  Idealnya 15, kata bu dokter)