Langsung ke konten utama

Weekend: Petualangan Dinosarus, Taman Mini Indonesia Indah


Ru (2.5 tahun), anak saya, lagi suka sekali sama dinosaurus. Makanya begitu tahu di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) ada Petualangan Dinosaurus saya semangat mau ajak Ru ke sana. Lihat replika tulang dino di Museum Geologi saja senang sekali, apalagi lihat yang lebih jelas bentuknya. Tapi karena Bi suami saya menolak terus akhirnya baru hari minggu kemarin kami berkunjung.

Harga Tiket
Petualangan Dinosaurus ini ada di dalam area Legenda Wisata di dalam Taman Mini Indonesia Indah. Biaya masuk ke TMII per orang 10 ribu, mobil 10 ribu, sementara Ru masih gratis.

Sudah lama saya dan Bi tidak ke Taman Mini, jadi kami agak bingung. Kami lalu parkir di depan Keong Emas padahal harusnya parkir tepat di depan Legenda Wisata saja. Kami bertiga jadi harus jalan kaki kira-kira 5 menit. Itung-itung olah raga.


Untuk masuk Legenda Wisata tentu saja harus bayar lagi. Tiket masuk Legenda Wisata berupa gelang dengan saldo di dalamnya. Untuk masuk Legenda Wisata biayanya 25 ribu, jaminan gelang 10 ribu, dan tiket masuk Petualangan Dinosaurus 30 ribu. Total isi gelang kami 65 ribu per orang. Jaminan gelang bisa dikembalikan saat pulang. Di sini Ru harus bayar juga karena sudah diatas 2 tahun. Ini harga akhir pekan ya.


Legenda Wisata
Di dalam Legenda Wisata ada macam-macam wahana selain Petualangan Dinosaurus, ada tempat berenang, wahana taman hiburan semacam komedi putar, sepeda roda tiga, naik kuda, dan lain-lain. Semuanya harus bayar lagi kalau mau naik. Bisa di awal, bisa juga top up ke gelangnya ketika sudah di dalam. Oh, beli cemilan juga harus bayar pakai gelang. Makanya di pintu masuk barang-barang diperiksa karena dilarang bawa makanan dan minuman.

Berhubung tujuannya hanya mau lihat dinosaurus kami tidak beli tiket untuk naik yang lain-lain. Hanya lihat-lihat taman bunga karena gratis setelah puas dari taman dino. Taman bunganya ga begitu menarik. Saya ga foto sama sekali. Haha.



Petualangan Dinosaurus
Sesuai namanya taman ini berisi robot dinosaurus yang bisa bergerak-gerak dan bersuara. Cukup realistis dan menarik. Ada belasan jenis dinosaurus di dalamnya. Lengkap dengan papan keterangan. Sehingga bukan cuma menghibur tapi edukatif. Lumayan lah saya jadi hafal beberapa dino baru kalau-kalau Ru tanya.

















Di akhir perjalanan ada kolam pasir dengan replika tulang dinosaurus tersembunyi di bawah pasir. Anak-anak jadi bisa mencoba jadi arkeolog. Ru senang sekali tentu saja. Dia kan hobi banget main pasir.

Ru keliling taman ini sampai 4 kali. Memang tamannya tidak terlalu besar. Itu pun karena saya dan Bi sudah lapar dan mengajak pulang. Kalau tidak, saya yakin Ru akan muter beberapa kali lagi.

Selama di sana Ru hanya takut sama dinosaurus pemakan daging dan berani mendekati dinosaurus pemakan tumbuhan. Ah, saya jadi bangga Ru ternyata hafal dan logikanya jalan. Walaupun tetep sih dia takut dimakan t-rex walaupun tahu t-rex nya hanya robot.

"Ru udah pernah ke taman dino," pamer Ru ke semua orang yang dia temui setelahnya. Hehe iya Ru, ini sekalian ditulis di blog biar makin banyak yang tahu kamu udah pernah ke taman dino. ;)


Moral, Tips, & Trik
- Saya jadi pengen beli kamera dan stabilizer buat bikin video yang bagus karena petualangan dinosaurus nya jadi kurang wah di foto tanpa suara dan gerakan.

- Sesuai ekspektasi, cocok banget untuk bocah-bocah pencinta dino.

- Maapkan fotonya banyak, sekalian buat dokumentasi.

- Tiket masuk Legenda Wisata sedang promo untuk jam-jam tertentu:
Senin-Kamis (15.00-17.00) 10 ribu, harga normal 15 ribu
Jumat (15.00-18.00), Sabtu, Minggu, Hari Besar (17.00-20.00) 15 ribu, harga normal 25 ribu
Promo ini tidak tahu berlaku sampai kapan karena tidak ada keterangan di posternya.

Komentar

  1. cocok banget wat pembelajaran anak tentang dinosaurus,,, saya baru tahu ada taman legenda,,, terakhir saya ke TMII pas 2006 hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kayaknya memang belum lama ada. Wah udah lebih dari 10 tahun yang lalu dong. Btw salam kenal, makasi udah baca

      Hapus
    2. iya mba salam kenal juga mba,,, makasih dah share tempat baru

      kalo bisa share yang di Indo aja dulu mba hihihi biar saya bisa ikut eksplore juga

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perlukah Insisi Tongue Tie

Ru sudah bukan bayi lagi, tapi pengalaman menjadi ibu baru dan mengurus bayi sangat membekas bagi saya. Itulah mengapa sekali-kali saya bercerita cerita lampau di sini. Siapa tahu ada ibu baru yang mengalami hal serupa dan bisa belajar dari pengalaman saya. Salah satunya adalah tentang tongue tie , salah satu hal yang sempat ditanyakan beberapa teman saya paska melahirkan. Hampir tiga tahun lalu Ru lahir di Rumah Sakit Puri Cinere. Rumah sakit ini pro ASI. Setelah melahirkan, saya dan Ru tidak hanya dikunjungi oleh dokter kandungan dan dokter anak, tapi juga dokter laktasi. Dokter spesialis menyusui datang dan memeriksa apakah cara menyusu bayi sudah benar dan adakah masalah dalam menyusui. Juga mengajarkan posisi menyusui yang benar. Benar-benar membantu karena menyusui itu ternyata tidak semudah kelihatannya. Beberapa hari setelah Ru lahir puting payudara saya lecet (maaf agak vulgar). Menurut dokter laktasi, setelah memeriksa mulut Ru, hal itu disebabkan Ru mengalami tongue ti...

Cerita Melahirkan: Operasi Caesar Kedua

“Bu, lahir sekarang ya,” kata dokter kandungan saya dengan tenang. Jujur saya dan Bi kaget. Harusnya hari ini hanya kontrol rutin 37 minggu kehamilan. Mestinya sih kami tidak kaget-kaget amat. Sebulan terakhir bu dokter memang bilang ada kemungkinan harus segera dilahirkan kalau ketuban saya di bawah batas normal. Sebab cairan ketuban saya terbilang sedikit. Tapi kami yakin dan percaya itu tidak akan terjadi. Kan saya sudah minum 3 liter air tiap hari, minum air kelapa, dan Pocari Sweat seperti saran dokter. Saya juga sudah afirmasi positif bisa lahiran normal. Kenyataannya ga semua semua yang dipercaya jadi kenyataan. ( FYI saat itu indeks cairan ketuban ( Amniotic Fluid Index ) saya 8 padahal menurut dokter kandungan saya minimal 10. Seminggu sebelumnya masih 12.  Idealnya 15, kata bu dokter)

Chi Lin Nunnery dan Nan Lian Garden (HK Special, Part 5)

Minggu, 26-07-2015 Hong Kong Special Trip  Day 5 Hari terakhir di acara jalan-jalan kali ini. Huhu. Rencananya hari ini keluarga besar saya akan pergi ke Shenzhen untuk shopping dan melihat Window of the World. Saya izin untuk tidak ikut rombongan. Besok pagi kami sudah harus kembali ke Indonesia, sepertinya akan terlalu melelahkan untuk Ru (15 bulan). Akhirnya saya, Bi, dan Ru memutuskan untuk mengunjungi Chi Lin Nunnery dan Nan Lian Garden, yang letaknya berseberangan. Chi Lin Nunnery adalah kuil Budha bergaya Dinasti Tan yang awalnya dibangun pada 1934, dan dibangun ulang pada tahun 1990-an. Sementara Nan Lian Garden adalah taman bergaya klasik Cina yang juga dibuat bergaya Dinasti Tan.