Langsung ke konten utama

Postingan

Review Breast Pump Silikon MOOIMOM

Bagi buibu yang instagramnya ibu-ibu banget pasti ga asing dengan pompa ASI ini. Iklannya banyak berseliweran di Instagram. Kebetulan saya memang lagi pikir-pikir untuk beli breast pump karena dua pompa ASI yang saya punya rusak. Harusnya keduanya bisa dibenerin tapi ya kok saya males. Akhirnya saya putuskan beli saja karena review Mooimom breast pump ini cukup baik dan harganya murah. Pesan dan Unboxing Saya kemudian memesan breast pump ini di website resminya. Sampainya cepat sekali. pesan hari jumat, besoknya sampai. Belinya yang versi lama karena harganya beda hampir seratus ribu tapi perbedaan bentuknya kurang signifikan. Breast pump ini dikemas di dalam kotak karton tipis dan dibungkus plastik. dilengkapi juga dengan tutup plastik. Tidak ada buku manual karena Semua petunjuk tertulis di bagian luar kotak. Cara Kerja Awalnya saya kira pompa ini lebih seperti penampung ASI bukan pompa beneran, tapi katanya bukan. Infonya bisa dipakai untuk tiga hal: menjadi pompa ASI, d...

Yuk Main : Menggambar dengan Kapur

Beberapa hari belakangan Ru (3 tahun 9 bulan) lagi senang gambar-gambar pakai kapur. Gambarnya di lantai teras belakang. Senang deh lihatnya. Soalnya baru-baru aja Ru tertarik gambar. Dulu setiap diajak gambar cuma tahan beberapa detik. Yang paling saya suka, Ru gambar orang yang katanya itu mama. Saya: Papa Bi, liat deh Ru gambar mama. Bagus ya, mirip! Bi : Iya mirip. Ru : Ga mirip! Sama! Kirain anaknya rendah diri, ternyata percaya diri berlebih. Hehe.

Tahun Baru 2018 dan Memori 2017

Selamat tahun baru semuanya! Pergantian tahun baru kemarin kami rayakan dengan tidur di rumah. Sebenarnya dari sore sampai jam 10 malam saya, Ru, dan Haha berkumpul dengan keluarga besar saya di Apartemen FX, Sudirman. Sengaja pulang sebelum pergantian tahun karena Ru dan Haha sudah tidur. Sebagai ganti perayaan tahun baru, kami foto keluarga di hari pertama 2018. Ini foto keluarga berempat pertama yang lumayan bener (sebelumnya cuma pernah wefie). Selamat tinggal peluk tiga-tigaan, selamat datang peluk empat-empatan. Memori di 2017 Yang paling berkesan di tahun 2017 tentu saja bertambahnya anggota keluarga kami . Saat tahun baru 2017 saya belum hamil, juga tidak membayangkan akan segera menambah anak. Kejutan yang menyenangkan.

Mengenal Marmer, Oleh-oleh dari Pemeran Marmomacc Verona, Italia

September lalu Bi suami saya pergi ke Verona, Italia untuk datang ke pameran Marmomacc. Eksebisi ini merupakan acara untuk memperkenalkan marmer Itali ke seluruh dunia. Para vendor-vendor marmer membiayai para praktisi di bidang interior dan arsitektur untuk datang. Alhamdulillah Bi termasuk salah satu desainer interior yang diundang. Pengennya sih saya ikut juga. Tapi ga mungkin karena acaranya padat untuk peserta. Lagi pula saya juga sedang hamil besar. Tapi sebelum berangkat saya sudah pesan ke Bi kalau saya minta diceritakan ilmu dan pengalaman yang Bi dapat di sana. Saya kan juga mau pinter. Plus mau sekalian ditulis di blog dalam rangka bagi-bagi ilmu. Bukan ilmu untuk yang sudah ahli, tapi yang ringan-ringan saja untuk orang awam. Beda Marmer Lokal dan Marmer Itali Marmer adalah batuan alami yang diambil dari gunung. Meskipun Indonesia memiliki beberapa gunung marmer namun jumlahnya tidak sebanyak di Italia. Selain itu setiap gunung memiliki marmer dengan warna dan mo...

Cerita Melahirkan: Operasi Caesar Kedua

“Bu, lahir sekarang ya,” kata dokter kandungan saya dengan tenang. Jujur saya dan Bi kaget. Harusnya hari ini hanya kontrol rutin 37 minggu kehamilan. Mestinya sih kami tidak kaget-kaget amat. Sebulan terakhir bu dokter memang bilang ada kemungkinan harus segera dilahirkan kalau ketuban saya di bawah batas normal. Sebab cairan ketuban saya terbilang sedikit. Tapi kami yakin dan percaya itu tidak akan terjadi. Kan saya sudah minum 3 liter air tiap hari, minum air kelapa, dan Pocari Sweat seperti saran dokter. Saya juga sudah afirmasi positif bisa lahiran normal. Kenyataannya ga semua semua yang dipercaya jadi kenyataan. ( FYI saat itu indeks cairan ketuban ( Amniotic Fluid Index ) saya 8 padahal menurut dokter kandungan saya minimal 10. Seminggu sebelumnya masih 12.  Idealnya 15, kata bu dokter)

Celemek Anak dari Kemeja Bekas

Setahun yang lalu Ru (2 tahun) disuruh bawa celemek untuk acara masak di sekolah. Berhubung saat itu saya punya banyak waktu luang dan sayang mesin jahit jarang dipakai, saya memutuskan untuk jahit sendiri. Kemeja Bekas Kebetulan Bi, suami saya, punya banyak kemeja yang sudah ga kepakai karena bagian lengannya robek. Untunglah ukuran baju Bi besar, jadi lebih dari cukup untuk dirombak jadi celemek anak. Saya pun memakai dua buah kemeja bekas Bi agar celemek Ru lebih tebal dan bisa dibolak-balik.

Staycation di Hotel Ibis Style Bogor

Belajar dari pengalaman anak pertama, bulan-bulan awal paska melahirkan saya sulit keluar rumah. Ga mau anak saya sakit karena antibodinya belum sempurna. Jadi saya pun meminta Bi, suami saya, untuk pergi jalan-jalan sebelum melahirkan. Niatnya supaya puas keluar rumah biar nantinya saya ga stress. Agar saya ga kecapean Bi mengusulkan untuk staycation di hotel saja. Terserah mau hotel apa asalkan dekat Jakarta dan jangan terlalu mahal. Plus kalau bisa masih baru, desainnya bagus, dan ramah anak. Banyak mau ya. Akhirnya pilihannya jatuh pada Hotel Ibis Style Bogor. Hotel yang lokasinya persis disebelah Novotel Bogor ini baru dibuka akhir tahun 2016, ada kolam renang, dan kids’corner , sesuai dengan kriteria kami. Kami pun langsung booking sehari sebelumnya.