Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Interior

Mengenal Marmer, Oleh-oleh dari Pemeran Marmomacc Verona, Italia

September lalu Bi suami saya pergi ke Verona, Italia untuk datang ke pameran Marmomacc. Eksebisi ini merupakan acara untuk memperkenalkan marmer Itali ke seluruh dunia. Para vendor-vendor marmer membiayai para praktisi di bidang interior dan arsitektur untuk datang. Alhamdulillah Bi termasuk salah satu desainer interior yang diundang. Pengennya sih saya ikut juga. Tapi ga mungkin karena acaranya padat untuk peserta. Lagi pula saya juga sedang hamil besar. Tapi sebelum berangkat saya sudah pesan ke Bi kalau saya minta diceritakan ilmu dan pengalaman yang Bi dapat di sana. Saya kan juga mau pinter. Plus mau sekalian ditulis di blog dalam rangka bagi-bagi ilmu. Bukan ilmu untuk yang sudah ahli, tapi yang ringan-ringan saja untuk orang awam. Beda Marmer Lokal dan Marmer Itali Marmer adalah batuan alami yang diambil dari gunung. Meskipun Indonesia memiliki beberapa gunung marmer namun jumlahnya tidak sebanyak di Italia. Selain itu setiap gunung memiliki marmer dengan warna dan mo...

Restoran Kluwih Sunda Authentic, Bogor

Kalau kebanyakan orang ke restoran karena ingin makanannya, saya dan Bi ke Kluwih karena ingin lihat desainnya. Sebab restoran ini adalah salah satu finalis Himpunan Desain Interior Indonesia (HDII) Award 2017. Sebenarnya pemenangnya, Lemongrass, juga berlokasi di Bogor, namun jaraknya lebih jauh dari hotel tempat kami menginap, Ibis-style Bogor . Kami sengaja datang ke sini untuk makan malam supaya lampu-lampunya menyala. Asumsinya rumah makan sunda ini lebih bagus di waktu malam.

Desain Taman Kanak-kanak di IKEA

Beberapa minggu lalu tak biasa saya mendapat pesan singkat dari atasan saya di kantor dulu. Disertai beberapa foto room setting baru di area anak-anak IKEA Alam Sutera. Saya langsung tersenyum. Sebab meski baru, saya mengenalinya. Ini desain terakhir saya sebelum resign setengah tahun lalu. Tentu saja ada beberapa penyesuaian pada implementasinya serta detail-detail tambahan yang tidak saya rancang sebelumnya. Namun secara garis besar sesuai dengan apa yang dulu saya gambar.

Desainer Interior Kebanggaan

Good news! Bi suami saya bersama kantornya menang design award lagi. Kalau sebelumnya dia menang HDII Award untuk karya Artotel Surabaya , kali ini  untuk karya Artotel Jakarta. Menang kategori Best Hotel dalam Commercial Design Award 2014 by Style&Decor Magazine dan Mowilex. Artotel Jakarta ini konsepnya sama dengan yang di Surabaya tapi desainnya beda. (photo by Artotel ) Saya memang ga punya desainer interior idola, tapi Bi adalah desainer interior kebanggaan saya. Selamat hey kamu rekan hidup saya! Hayo tebak Bi yang mana Moral - Giat (bekerja) pangkal award (soalnya belum tentu kaya) #moralngasalyangpentingada

Weekend Project: Mengecat Furnitur

Sebagai pasangan lulusan interior desain, saya dan Bi selalu banyak mau kalau berhubungan dengan furnitur dan teman-temannya. Mau yang bagus tapi murah. Nah , berhubung lemari pakaian sebelumnya built-in , kami ga bisa bawa pindah ke rumah baru.    Huhuhu.. Padahal lemari di apartemen udah oke banget menurut kami berdua. Terpaksa harus beli atau bikin lagi. Masalahnya, rumah baru ini judulnya minjem orang tua, jadi nantinya kami harus pindah lagi. Singkat cerita kami memutuskan untuk bikin lemari aka drawer yang ga nempel dinding dan bisa dibawa pindah. Gak mau pesen ke tukang furnitur beneran karena pasti mahal. Awalnya Bi mau bikin furnitur dari nol. Cuma dia mau beli alat-alatnya dulu. Yang canggih-canggih ala workshop orang luar. Ya kapan jadinya itu lemari. Akhirnya Bi jadi lebih realistis dan memutuskan buat pesen aja di tukang furnitur jati belanda yang suka banyak di sekitar Cirendeu atau Ciputat. Furnitur jati belanda harganya lebih murah dari tukang furnitur ...

Perlukah Desainer Interior untuk Rumah

"Kenapa si orang perlu pakai desainer interior untuk rumahnya?" tanya seorang teman SMA saya yang akan pindah rumah. Dia bukan tanya ini untuk menguji pengetahuan saya tentunya, hehe , tapi karena merasa kalau dia tidak butuh desainer interior. Sebenarnya saya kurang ingat juga waktu itu saya jawab apa. Sepertinya tidak cukup meyakinkan untuk membuat teman saya itu berubah pikiran. Karena menjelaskan secara lisan kurang efektif, kali ini saya coba jawab versi tulisan ya. Siapa tau ada juga yang punya pertanyaan yang sama. Jawabannya lumayan panjang karena susah kalau harus dijelaskan dalam satu kalimat. Desain vs Dekorasi Dosen saya waktu kuliah dulu paling tidak suka kalau orang menganggap desainer dan dekorator itu pekerjaan yang sama. "Kita itu desainer bukan dekorator," sering kali dia bilang begitu. Lah , apa bedanya? Jadi begini sodara-sodara, desain itu artinya pemecahan masalah, sementara dekorasi itu mempercantik sesuatu. Intinya desain mengakomodasi...

Weekend Project: Lemari Besi Siku

Ada perkembangan baru di apartemen saya baru-baru ini. Lemari baru! Hore! Bukan lemari yang wah atau bagaimana. Hanya lemari besi biasa yang kami (saya dan si w) buat sendiri. Walaupun biasa-biasa saja, tapi lemari ini berhasil menaikan derajat ruang kecil ini dari gudang menjadi ruang kerja plus ruang simpan yang lebih rapi.  Awalnya kami mau bikin lemari simpan yang bagus. Dengan bracket dan cermin sebagai pintunya supaya si ruang kecil berubah jadi luas. Masalahnya, bikin lemari seperti itu lumayan mahal. Berarti harus nabung dulu, berarti masih lama, dan berarti ruang ini jadi gudang juga akan masih lama. Oh no.  Ya sudah, diputuskan untuk beli lemari besi saja yang lebih terjangkau. Masalahnya satu, panjang ruangnya dua meter kurang dua centimeter. Hanya karena dua centimeter, kami ga bisa beli lemari jadi yang tinggal dirakit karena modul lemari fabrikasi adalah per-satu meter. Terpaksa buat custom. si lemari dan dimana boksnya dibeli Lemari cust...

His Work in Indonesia Design Magazine

Seteleh  apartemen kami  tampil di Majalah iDEA beberapa bulan lalu, sekarang giliran W rekan hidup saya (baca: suami) yang muncul di majalah. Bukan di iDEA, tapi di Indonesia Design , 9th Anniversary Special Edition . Artotel Surabaya, salah satu karya W bersama kantornya tersayang  Tata Wastu Asia . Hehe.  Penampakan di majalahnya dengan foto Pak Ariya (kiri) dan si W (kanan) Sesuai namanya, Artotel Surabaya ini adalah Hotel dengan nuansa seni yang kental. Desainnya pun berkolaborasi dengan beberapa seniman muda Indonesia. Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan baca majalahnya. Hehe. Beberapa waktu lalu karya ini juga memenangkan dua penghargaan HDII Award 2012, untuk kategori Hospitality dan Most Favorite.  Nah , karena gambarnya tidak jelas, ini saya tampilkan foto-foto versi lebih bagusnya.  Lobby   Cafetaria / Elevator Rooms Doors *Photo Source: Ariya Sradha Fb Page

Our Apartment in Majalah iDEA

" Emangnya mungkin gitu lebaran di Apartemen?" tanya teman saya yang seorang reporter waktu itu. Saya jawab, ya ga bener-bener lebaran di sini, tapi kalau mau ada tamu kan bisa. *** Beberapa bulan lalu, teman saya yang reporter majalah itu minta tolong. "Mau kan tolong desainin satu sudut ruang apa aja untuk edisi khusus lebaran," katanya waktu itu. Sebenernya bukan mendesain, tapi mendekorasi. Emang beda? Beda. Kalau desain itu memberikan sebuah solusi untuk suatu masalah, sementara dekorasi sekedar mempercantik ruang. Jadilah saya memutuskan untuk mendekorasi apartemen mungil yang baru saya akan tinggali habis lebaran (baca: sekarang, saat saya nulis ini).  Masih kosong, yang ada baru kitchen set , itu juga baru saja jadi. Dalam dua minggu saya grabak-grubuk bikin konsep dan bikin ini itu. Untungnya ga sendirian, tapi dibantuin sama W si suami saya. Before After Sedikit revisi aja tentang artikelnya, ruang i...