Langsung ke konten utama

Postingan

Review Clodi (Cloth Diaper)

Salah satu barang bayi yang membuat saya menghabiskan waktu lama untuk pilih-pilih adalah cloth diaper (clodi). Lama karena model dan merek nya banyak sekali. Harganya pun macem-macem. Waktu itu untungnya saya punya waktu untuk bacain review ibu-ibu lainnya. Sekarang saatnya membalas budi dengan nambahin review clodi dari pengalaman saya 15 bulan ini. Jadi, seperti yang pernah saya ceritain di sini , saya beli bermacam-macam clodi. Konon katanya, sebaiknya jangan beli satu merek saja karena belum tentu pas di anaknya. Sayang kan kalau semuanya jadi ga pas. Saya pun mengikuti saran tersebut. CLODI LOKAL Pempem   -- Saya kurang suka, karena cepat pesing dan entah kenapa suka disemutin. Dari semua clodi cuma ini aja yang sering disemutin. GG  -- Saya suka-suka aja sama GG. Cuma gatau perasaan saya atau apa, Clodi lokal lebih cepat pesing dibanding clodi impor Amerika. Tapi ya ada harga ada barang kan. Cluebebe  -- Sama seperti GG.  So far so good.  ...

Weekend: Taman Safari & R Hotel, Rancamaya

Saya dan Bi, suami saya,  lagi diserang virus jenuh dan butuh liburan. Tapi ga mau mahal-mahal, yang berarti ga jauh-jauh. Tadinya pengen ke Anyer, tapi hotelnya penuh. Maklum, kami super dadakan, baru mau booking hotel H-1. Saya emang paling suka yang spontan kalau tentang jalan-jalan. Jadi kami memutuskan untuk ke taman safari aja. Toh, Ru juga udah ngerti liat binatang pas diajak ke Ragunan . Bi pengen nginep. Katanya biar ga terlalu capek dan dapet suasana yang beda. Akhirnya kami booking R Hotel di Rancamaya. Hotelnya baru buka tahun 2014. Lumayan, dapet kamar di bawah 1 juta karena diskon. Taman Safari Sabtu pagi kami berangkat menuju Safari. Jalanan lumayan padat jadi baru sampai jam 11-an. Walaupun ditulisannya anak di atas 1 tahun bayar, Ru (13 bulan) masih gratis. Alhamdulillah , karena tiketnya lumayan mahal. Ru seneng banget bisa liat binatang dari deket. Dia bahkan berusaha keluar mobil. Hehehe. Setelah keliling naik mobil kami sampai di area bermain....

Weekend Klasik: Ragunan & Ancol

Jadi ya, sejak punya anak gaya hidup saya berubah cukup banyak. Dari yang ga pernah masak jadi masak tiap hari. Dari yang hobinya nonton Running Man dan drama korea jadi lebih sering nonton baby tv dan acara bayi lainnya di youtube. Acara jalan-jalan juga ikutan berubah. Sejak Ru bisa jalan cukup lancar (13 bulan) pilhan tempat wisata langsung bertambah. Plus sekarang dia juga udah ngerti macem-macem. Yeiii, saatnya jalan-jalan. Sebagai pemanasan, saya dan Bi ga mau pergi yang jauh-jauh dulu. Repot. Jadilah weekend kami tujuannya klasik: Ragunan dan Ancol. Ragunan Ini sih deket rumah. Jadi niatnya kasih liat Ru binatang sekalian jalan pagi. Biar agak rame kami ngajak mama, papa, dan Freya, sepupunya Ru. Ragunan ya gitu aja kan dari dulu. Tiket masuknya murah meriah, dalemnya biasa, dan lumayan ramai. Positifnya, banyak pohon dan ada area-area sepi untuk menghirup udara segar. Sampai sekarang Ru udah dua kali ke Ragunan. Dia senang lihat gajah, rusa, dan zebra. Sayangn...

Interview Kerja Saat Hamil

Kejadian ini sebenernya sudah hampir dua tahun yang lalu. Waktu itu saya janji sama diri sendiri buat nulis di blog, tapi ya dasarnya saya suka sok sibuk, baru sekarang deh sempet nulis. Jadi, waktu itu saya pernah cerita di sini kan tentang pengen kerja di perusahan furnitur yang hobinya bagi-bagi katalog itu. Nah, kebetulan untuk pertama kali tokonya mau buka di Indonesia. Saya pun ngelamar. Ga ada kabar, yang ada malah kabar baik kalau saya hamil. Tiba-tiba saya dipanggil interview. Deng deng, gimana nih, emang mereka mau ya nerima ibu hamil, pikir saya. Kebetulan salah satu sahabat saya, waktu itu mulai kerja saat baru hamil. Saya pun nanya apa dia ngaku sedang hamil saat interview. Sebenernya perusahaan ga boleh ga nerima karyawan karena hamil, tapi ya siapa yang tau kan. Temen saya lalu bilang dia baru tau hamil setelah diterima. Lagipula sebelumnya udah diinfokan kalau hamil sebelum satu tahun kerja cuti melahirkan dianggap unpaid leave. Lah dia curang udah diterima. Hehe...

A Glimpse of My Current Life

I miss writing. That is how i feel lately. It is ironic, when you have zillions things to do and million stories about it, you don't have enough time to write. But when you have nothing to do and want to write, you have no idea what to tell. Nowadays, I am still struggling with working-mother things. I need to cook for baby Ru and monitor what he did on daily basis but I also have a busy work in my workplace. Oh, and I am craving for some me time. Being perfect is not an option. I run out energy everyday. I even missed some dinner because I was too tired and slept instantly when I touched my bed. Sometimes, I have no idea how other working mom survive. For me, these past 6 months was like a roller coaster. It was fun but tiring. Some days were so tough I wanted to give up. Some days nice and manageable. One thing to keep in mind, from one of my favorite song in high school, 'but don't forget enjoy the ride' :) My mind are full with these two.  Tips and...

Desainer Interior Kebanggaan

Good news! Bi suami saya bersama kantornya menang design award lagi. Kalau sebelumnya dia menang HDII Award untuk karya Artotel Surabaya , kali ini  untuk karya Artotel Jakarta. Menang kategori Best Hotel dalam Commercial Design Award 2014 by Style&Decor Magazine dan Mowilex. Artotel Jakarta ini konsepnya sama dengan yang di Surabaya tapi desainnya beda. (photo by Artotel ) Saya memang ga punya desainer interior idola, tapi Bi adalah desainer interior kebanggaan saya. Selamat hey kamu rekan hidup saya! Hayo tebak Bi yang mana Moral - Giat (bekerja) pangkal award (soalnya belum tentu kaya) #moralngasalyangpentingada

Cerita Melahirkan

H-2, Tragedi Comberan "Jatuh dimana bu? Kok bisa?" tanya dokter kandungan saya dengan muka agak khawatir. Saya nyengir-nyengir dulu sebelum jawab. Supaya bu dokter tau sebenernya saya ga merasa apa-apa. *** Pagi itu sesuai saran dokter, saya jalan pagi. Entah kenapa saya pengen lewat rute yang lain dari biasanya. Sebagian rutenya lewat jalan besar. Jalannya memang ga ada trotoar. Tapi saya pikir asal hati-hati ya tidak berbahaya. Ketika saya jalan, tiba-tiba ada rombongan truk tentara super ngebut. Serem banget rasanya sampai kayak mau menyerempet pejalan kaki. Imbasnya, angkot-angkot di belakangnya latah ikut-ikut ngebut dengan kecepatan kayak di tol. Saya punya dua pilihan, melipir ke got atau keserempet angkot. Saya pilih yang kedua karena sepertinya lebih aman. Detik berikutnya saya merasa kaki saya tergelincir masuk got. Comberan lebih tepatnya, karena warna dan baunya di level 10 dari 10. Kejadiannya lumayan cepat, entah gimana saya udah jatuh tersungkur de...