Langsung ke konten utama

Batu - Jawa Timur Park 2

(My Travel Series)
__________
Sabtu, 7 April 2012


Seminggu setelah pulang dari Hong Kong dan Singapur, saya kembali jalan-jalan. Horeee. Kali ini ke nikahan temen saya Devi di Malang. Dari Jakarta saya dan teman-teman dari majalah iDEA naik pesawat ke Surabaya (karena lebih murah daripada langsung ke Malang). Surabaya ke Malang kami menyewa mobil travel.

Mumpung udah sampai Malang kita pun sempet jalan-jalan ke Malang dan sekitarnya. Salah satu tempat favorit saya dalam perjalanan ini adalah Jawa Timur Park 2 (Jatim Park 2). Pas mau ke sana ekspektasi saya sungguh rendah. Haha. Kebayangnya paling taman hiburan sejenis Ancol tapi versi lebih jelek. Tapi saat sampai saya sudah mulai berubah pikiran. Eh arsitekturalnya bagus juga.


1. Gedung sebelah kiri: Museum Satwa, kanan: Pohon Inn Hotel.//
2. Batu Secret Zoo, letaknya di sebelah Pohon Inn Hotel


Ada empat pilihan tiket masuk: Museum Satwa, Batu Secret Zoo, Jatim Park2+Museum Satwa, Jatim Park 1+Jatim Park 2. Meski sempet bingung dan terjadi perdebatan seru di depan loket, akhirnya kami membeli tiket Jatim Park2+Museum Satwa.

Museum Satwa
Masuk ke gedung putih ala Yunani ini saya masih under estimate. Sebagus-bagusnya museum di Indonesia kayak apa sih, pikir saya jahat. Ternyata saya salah lagi, museum yang ini jauuuhh lebih bagus dari perkiraan saya. 



3. Disambut dinasaurus saat masuk// 4. Teman saya Sherly di depan 
diorama yang super realistis// 5. Diorama tiga dimensi lainnya. 


Selain penuh dengan diorama yang dibuat serealistis mungkin, Museum ini juga cukup tidak terduga, misalnya  display di bagian serangga dibuat bergerak-gerak seakan si serangga masih hidup. Selain itu, juga ada pertunjukan boneka-boneka binatang menari-nari. Seru. 

Batu Secret Zoo
Beda dengan kebun binatang pada umumnya, di Batu Secret Zoo kita tidak bebas memilih mau lihat binatang apa. Hanya ada satu flow yang harus diikuti dari awal sampai akhir. Mungkin itu alasan namanya Batu Secret Zoo. Serunya, kebun binatang ini dibuat bertingkat dan berliku-liku, pengunjung jadi tidak bisa menduga binatang apa yang ada selanjutnya. 

Sayang, saat kami ke sana hujan, jadi setengah perjalanan kami lewat jalan potong rumpu-rumput yang sepertinya hanya untuk petugas dan lari sekencang-kencangnya. Untung ga ketemu Harimau atau apa.

Btw, makasi ya Fredi, yang udah ngajakin kita semua ke sini.

Moral 
- Kalau ke Malang, wajib pergi ke sini.
- Jangan lupa bawa payung, rugi kalau hujan.
- Jangan lupa mampir ke toko oleh-olehnya, ada souvenir Jatim Park yang lumayan bagus, serasa souvenir dari luar negeri. hehe. Saya beli tempelan magnet sama klip.
- Untuk informasi lebih lanjut tentang jam buka, harga tiket, peta, dan info-info lainnya silahkan kunjungi official website-nya di Jawa Timur Park 2
- Oiya, untuk sekedar info aja Jatim Park 1 itu isinya amusement park. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perlukah Insisi Tongue Tie

Ru sudah bukan bayi lagi, tapi pengalaman menjadi ibu baru dan mengurus bayi sangat membekas bagi saya. Itulah mengapa sekali-kali saya bercerita cerita lampau di sini. Siapa tahu ada ibu baru yang mengalami hal serupa dan bisa belajar dari pengalaman saya. Salah satunya adalah tentang tongue tie , salah satu hal yang sempat ditanyakan beberapa teman saya paska melahirkan. Hampir tiga tahun lalu Ru lahir di Rumah Sakit Puri Cinere. Rumah sakit ini pro ASI. Setelah melahirkan, saya dan Ru tidak hanya dikunjungi oleh dokter kandungan dan dokter anak, tapi juga dokter laktasi. Dokter spesialis menyusui datang dan memeriksa apakah cara menyusu bayi sudah benar dan adakah masalah dalam menyusui. Juga mengajarkan posisi menyusui yang benar. Benar-benar membantu karena menyusui itu ternyata tidak semudah kelihatannya. Beberapa hari setelah Ru lahir puting payudara saya lecet (maaf agak vulgar). Menurut dokter laktasi, setelah memeriksa mulut Ru, hal itu disebabkan Ru mengalami tongue ti...

Cerita Melahirkan: Operasi Caesar Kedua

“Bu, lahir sekarang ya,” kata dokter kandungan saya dengan tenang. Jujur saya dan Bi kaget. Harusnya hari ini hanya kontrol rutin 37 minggu kehamilan. Mestinya sih kami tidak kaget-kaget amat. Sebulan terakhir bu dokter memang bilang ada kemungkinan harus segera dilahirkan kalau ketuban saya di bawah batas normal. Sebab cairan ketuban saya terbilang sedikit. Tapi kami yakin dan percaya itu tidak akan terjadi. Kan saya sudah minum 3 liter air tiap hari, minum air kelapa, dan Pocari Sweat seperti saran dokter. Saya juga sudah afirmasi positif bisa lahiran normal. Kenyataannya ga semua semua yang dipercaya jadi kenyataan. ( FYI saat itu indeks cairan ketuban ( Amniotic Fluid Index ) saya 8 padahal menurut dokter kandungan saya minimal 10. Seminggu sebelumnya masih 12.  Idealnya 15, kata bu dokter)

Chi Lin Nunnery dan Nan Lian Garden (HK Special, Part 5)

Minggu, 26-07-2015 Hong Kong Special Trip  Day 5 Hari terakhir di acara jalan-jalan kali ini. Huhu. Rencananya hari ini keluarga besar saya akan pergi ke Shenzhen untuk shopping dan melihat Window of the World. Saya izin untuk tidak ikut rombongan. Besok pagi kami sudah harus kembali ke Indonesia, sepertinya akan terlalu melelahkan untuk Ru (15 bulan). Akhirnya saya, Bi, dan Ru memutuskan untuk mengunjungi Chi Lin Nunnery dan Nan Lian Garden, yang letaknya berseberangan. Chi Lin Nunnery adalah kuil Budha bergaya Dinasti Tan yang awalnya dibangun pada 1934, dan dibangun ulang pada tahun 1990-an. Sementara Nan Lian Garden adalah taman bergaya klasik Cina yang juga dibuat bergaya Dinasti Tan.