Langsung ke konten utama

Happy B'day Eyang Uti

Kemaren eyang saya ulang tahun ke 77. Tadinya saya berencana ga masuk kuliah dan dateng ke acara ulang tahun eyang. tapi ternyata saya harus mengerjakan sesuatu hal yang ga bisa ditunda. hix. (Maaf ya eyang). Ini sebagai permintaan maaf.

Random facts about eyang uti and some reasons why I love her :
  • Eyang uti suka jalan-jalan sama temen2 arisannya ke luar negeri. She enjoys her life.
  • Eyang uti super gaul, hobinya arisan, punya laptop, dan bahkan punya account di facebook. Suatu hari si eyang arisan di Bandung, pas saya nanya : kenapa jauh bgt arisannya? Si eyang jawab : Iya, abisan di Jakarta udah abis cafe-cafenya didatengin, bosen. (heee??? cafe di jakarta bukannya super banyak ya??)
  • Eyang uti sangat baik hati. Ga pernah ngejelek2in orang secara personal. (Pernahnya ngegosipin orang atau rasis ke beberapa suku, hehe)
  • Eyang uti ga pernah marah. (pernah si, cuma jarang banget kayaknya sampe saya ga inget)
  • Eyang uti super terbuka, flexible, dan up to date. 
  • Kalo liat foto2 eyang jaman muda, isinya foto2 si eyang pake kebaya diantara bule2 ber gaun dan ber jas.
  • Waktu saya kecil saya suka tidur di rumah eyang. Berhubung di sana banyak bgt nyamuk eyang saya selalu kasian sama saya dan mukulin saya pake koran kalo ada nyamuk gigit saya. Walaupun saya tau niatnya baik tapi saya malah kebangun gara2 dipukul. Saya : eyang ah, aku kan jadi kaget. udah ga papa ko digigitin nyamuk *tp eyang saya tetep aja mukulin si nyamuk, gemes kali ya ngeliat nyamuk2 itu. 
  • Eyang salah satu orang paling santai yang saya kenal. 
  • Eyang ga pernah maksain apapun ke cucu-cucunya. Mungkin karena eyang emang cuek.
Profile Picture Eyang di FB nya
*Iyakan, sangat gampang untuk bikin orang sayang sama eyang. Kayaknya semua cucu eyang juga merasakan hal yang sama deh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Museum Kata, Belitung

Sebuah rumah warna-warni menyambut kami di pinggir jalan sepi itu. "Fiction is the new power" tertulis di sana. Menarik, pikir saya. Museum Kata ternyata lebih besar dari kelihatannya. Di dalamnya berisi tentang perjalanan Laskar Pelangi, juga tentang berbagai hal lainnya seperti tentang Belitung dan literatur dunia. Untuk pertama kalinya saya tidak terganggu dengan banyaknya tulisan yang tertempel di dinding. Biasanya museum dengan banyak tulisan dan sedikit interaksi dengan benda pamer membuat saya bosan. Namun museum ini membuat saya merasa membaca buku tiga dimensi. Saya mengagumi Andrea Hirata. Seseorang dari di pulau kecil tapi cerdas, mampu menulis dengan baik, sukses memperkenalkan kampung halamannya, dan meningkatkan perekonomian daerah asalnya lewat pariwisata. Gara-gara Laskar Pelangi Belitung lebih terkenal daripada pulau tetangganya, Bangka. Padahal pantai di Bangka juga sama cantiknya.

Playground: Kidzoona, AEON, BSD

Libur pemilu kemarin Ru main di AEON BSD sama sepupu-sepupunya, Freya dan Cleo. Tiba-tiba ke AEON karena uyutnya Ru yang lagi jalan-jalan ke sana dan pasti seneng kalau cicitnya ikut gabung. Akhirnya tiga bocah itu dibolehin main di playground karena bingung juga mau ngapain. Mainnya di Kidzoona, supaya eyang uyut bisa nontonin dari luar. Kalau Playtime dan Miniapolis tertutup jadi ga bisa dilihat anaknya lagi main apa. Kidzoona ada di dalam department store AEON bagian anak-anak di lantai 2. Tepatnya berada di ujung paling dalam. Harga Tiket dan Member Untuk main di sini ada dua pilihan waktu: 1 jam atau satu hari. Biayanya 80 ribu untuk satu jam dan 130 ribu untuk satu hari pada weekend atau hari libur. Sementara di hari kerja biayanya 50 ribu dan 80 ribu saja. Saran saya jangan pilih tiket satu hari kalau weekend . Selain mahal, playground -nya ramai.

#5. SG Trip - Peranakan Museum

( My Travel Series ) _____________ Senin, 25-1-2010 Singapore Museum Trip Day 1 (Please note that this trip happened in 2010, there are probably some changes in the museum now) Mengunjungi Museum Peranakan setelah  National Museum of Singapore  adalah suatu kesalahan. Pertama, energi saya sudah terkuras cukup banyak paska keliling-keliling di museum nasional yang sungguh besar itu. Kedua, Setelah melihat museum besar dan sangat 'wah', Museum Peranakan jadi terlihat kecil dan biasa saja. Padahal Museum Peranakan ini sebenarnya menarik. Museum Peranakan ini berisi tentang warga keturunan yang lahir di Singapura. Bagaimana ya menjelaskannya, intinya tentang beragam suku bangsa yang datang dan kemudian membangun keluarga di Singapura, asal-usul penduduk Singapura. Untuk lebih jelasnya, ini saya kasih sedikit preview lewat foto. Silahkan. Di luar Museum Peranakan Kiri: Saya sedang mendengarkan penjelasan via head phone. // Kanan: Si Ade dengan telpon k...