Langsung ke konten utama

Kata teman saya, santai itu perlu

Cerita 1
Di saat saya sedang panik tentang tugas, dan saya ketemu teman saya itu, dia bilang "Santailah ki.."
Di saat saya sedang panik dengan urusan lainnya yang bukan tentang tugas, dan saya ketemu teman saya itu, dia bilang "Santailah ki... Santai itu perlu"
dan disaat-saat lainnya, setiap saya ketemu teman saya itu, dia selalu menyarankan hal yang sama.

*Teman saya itu orang paling santai yang pernah saya kenal, dan hidupnya baik-baik saja. Sangat baik malah. Saya jadi percaya kalau santai itu memang perlu. :)



Cerita 2
"Don't take yourself so seriously. No one else does."
*didapatkan dari artikel yang disimpan teman kerja praktek saya dari laptopnya


Moral
Santailah dan enjoy the day.. *emang ngomong lebih gampang daripada melakukan.:)

Komentar

  1. iya ki bener! santai itu emang perlu! kalo ga represhing otak ga bakal jalan!

    BalasHapus
  2. kikiii ini aku riridd hehehe
    blognya baguussss :)

    BalasHapus
  3. Baru sadar kalo ada comment
    @karim: iya betul..
    @Ririd : kamu pasti tau siapa temen ku itu.. :D

    BalasHapus
  4. ore? hahaha.. nihon go? ah tebak tebak saja sendiri rid.. hehehe

    BalasHapus
  5. kikiii.. gue juga suka banget si youniverse.com, gue berulang2 ngisi quiz-nya kalo lula, hahaha...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Museum Kata, Belitung

Sebuah rumah warna-warni menyambut kami di pinggir jalan sepi itu. "Fiction is the new power" tertulis di sana. Menarik, pikir saya. Museum Kata ternyata lebih besar dari kelihatannya. Di dalamnya berisi tentang perjalanan Laskar Pelangi, juga tentang berbagai hal lainnya seperti tentang Belitung dan literatur dunia. Untuk pertama kalinya saya tidak terganggu dengan banyaknya tulisan yang tertempel di dinding. Biasanya museum dengan banyak tulisan dan sedikit interaksi dengan benda pamer membuat saya bosan. Namun museum ini membuat saya merasa membaca buku tiga dimensi. Saya mengagumi Andrea Hirata. Seseorang dari di pulau kecil tapi cerdas, mampu menulis dengan baik, sukses memperkenalkan kampung halamannya, dan meningkatkan perekonomian daerah asalnya lewat pariwisata. Gara-gara Laskar Pelangi Belitung lebih terkenal daripada pulau tetangganya, Bangka. Padahal pantai di Bangka juga sama cantiknya.

Playground: Kidzoona, AEON, BSD

Libur pemilu kemarin Ru main di AEON BSD sama sepupu-sepupunya, Freya dan Cleo. Tiba-tiba ke AEON karena uyutnya Ru yang lagi jalan-jalan ke sana dan pasti seneng kalau cicitnya ikut gabung. Akhirnya tiga bocah itu dibolehin main di playground karena bingung juga mau ngapain. Mainnya di Kidzoona, supaya eyang uyut bisa nontonin dari luar. Kalau Playtime dan Miniapolis tertutup jadi ga bisa dilihat anaknya lagi main apa. Kidzoona ada di dalam department store AEON bagian anak-anak di lantai 2. Tepatnya berada di ujung paling dalam. Harga Tiket dan Member Untuk main di sini ada dua pilihan waktu: 1 jam atau satu hari. Biayanya 80 ribu untuk satu jam dan 130 ribu untuk satu hari pada weekend atau hari libur. Sementara di hari kerja biayanya 50 ribu dan 80 ribu saja. Saran saya jangan pilih tiket satu hari kalau weekend . Selain mahal, playground -nya ramai.

#5. SG Trip - Peranakan Museum

( My Travel Series ) _____________ Senin, 25-1-2010 Singapore Museum Trip Day 1 (Please note that this trip happened in 2010, there are probably some changes in the museum now) Mengunjungi Museum Peranakan setelah  National Museum of Singapore  adalah suatu kesalahan. Pertama, energi saya sudah terkuras cukup banyak paska keliling-keliling di museum nasional yang sungguh besar itu. Kedua, Setelah melihat museum besar dan sangat 'wah', Museum Peranakan jadi terlihat kecil dan biasa saja. Padahal Museum Peranakan ini sebenarnya menarik. Museum Peranakan ini berisi tentang warga keturunan yang lahir di Singapura. Bagaimana ya menjelaskannya, intinya tentang beragam suku bangsa yang datang dan kemudian membangun keluarga di Singapura, asal-usul penduduk Singapura. Untuk lebih jelasnya, ini saya kasih sedikit preview lewat foto. Silahkan. Di luar Museum Peranakan Kiri: Saya sedang mendengarkan penjelasan via head phone. // Kanan: Si Ade dengan telpon k...