Langsung ke konten utama

Senam Hamil di RS Puri Cinere

Akhirnya saya dapat lampu hijau dari dokter untuk ikut kelas senam hamil. Sebelumnya masih dilarang karena posisi bayi yang terlalu di bawah dan perut saya yang sering kontraksi. Sengaja senam di Puri Cinere karena dekat rumah.

Senam di rumah sakit ini diadakan setiap hari sabtu jam 10 pagi. Biayanya lima puluh ribu rupiah sekali datang. Ada dua sesi setiap pertemuan. Sesi pertama adalah pemberian materi seputar bayi dan melahirkan, sesi kedua senam.



Pertama kali saya ikut materi nya adalah tentang gizi untuk ibu hamil. Kedua kali mengenai pijat bayi. Untuk tahu materi setiap minggunya, harus telpon dulu pagi-pagi sebelum kelasnya dimulai.

Saya lumayan senang ikut kelas senam hamil. Di sini saya jadi lebih tahu mengenai persalinan. Kalau kontrol dokter kan biasanya hanya di cek keadaan bayi dan ibunya. Untuk persiapan persalinan sama sekali tidak pernah dibahas.

Doakan ya saya bisa melahirkan normal dan lancar. Caesar mahal. Haha.

Moral
Beberapa hal yang saya ketahui dari kelas senam hamil

-Menurut bu bidan, fungsi senam hamil adalah agar jiwa dan raga si ibu lebih siap menghadapi persalinan.

-3 tanda  harus segera ke dokter untuk persalinan : 1. Pecah ketuban,  2. Keluar flek darah, 3. Kontraksi setiap 5 menit sekali.

-2 hal yang tidak boleh dilakukan saat persalinan: 1. Menutup mata, 2. Berteriak.

Komentar

  1. klo setiap hari mlakukn snam hmil gmna tuh sis ??
    btw sista tau ga tmpt yg menyediakn baju senam muslimah yg berkualits ?
    mkasih

    BalasHapus
  2. Pakah Senam Ibu Hamil Ini Boleh dilakukan sendiri tanpa Panduan dari Intruktur ?
    dan Untuk Ibu Hamil Itu yg Baik baju senam yg Seperti apa ?
    Terimakasih dan Salam Sukses

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perlukah Insisi Tongue Tie

Ru sudah bukan bayi lagi, tapi pengalaman menjadi ibu baru dan mengurus bayi sangat membekas bagi saya. Itulah mengapa sekali-kali saya bercerita cerita lampau di sini. Siapa tahu ada ibu baru yang mengalami hal serupa dan bisa belajar dari pengalaman saya. Salah satunya adalah tentang tongue tie , salah satu hal yang sempat ditanyakan beberapa teman saya paska melahirkan. Hampir tiga tahun lalu Ru lahir di Rumah Sakit Puri Cinere. Rumah sakit ini pro ASI. Setelah melahirkan, saya dan Ru tidak hanya dikunjungi oleh dokter kandungan dan dokter anak, tapi juga dokter laktasi. Dokter spesialis menyusui datang dan memeriksa apakah cara menyusu bayi sudah benar dan adakah masalah dalam menyusui. Juga mengajarkan posisi menyusui yang benar. Benar-benar membantu karena menyusui itu ternyata tidak semudah kelihatannya. Beberapa hari setelah Ru lahir puting payudara saya lecet (maaf agak vulgar). Menurut dokter laktasi, setelah memeriksa mulut Ru, hal itu disebabkan Ru mengalami tongue ti...

Cerita Melahirkan: Operasi Caesar Kedua

“Bu, lahir sekarang ya,” kata dokter kandungan saya dengan tenang. Jujur saya dan Bi kaget. Harusnya hari ini hanya kontrol rutin 37 minggu kehamilan. Mestinya sih kami tidak kaget-kaget amat. Sebulan terakhir bu dokter memang bilang ada kemungkinan harus segera dilahirkan kalau ketuban saya di bawah batas normal. Sebab cairan ketuban saya terbilang sedikit. Tapi kami yakin dan percaya itu tidak akan terjadi. Kan saya sudah minum 3 liter air tiap hari, minum air kelapa, dan Pocari Sweat seperti saran dokter. Saya juga sudah afirmasi positif bisa lahiran normal. Kenyataannya ga semua semua yang dipercaya jadi kenyataan. ( FYI saat itu indeks cairan ketuban ( Amniotic Fluid Index ) saya 8 padahal menurut dokter kandungan saya minimal 10. Seminggu sebelumnya masih 12.  Idealnya 15, kata bu dokter)

Chi Lin Nunnery dan Nan Lian Garden (HK Special, Part 5)

Minggu, 26-07-2015 Hong Kong Special Trip  Day 5 Hari terakhir di acara jalan-jalan kali ini. Huhu. Rencananya hari ini keluarga besar saya akan pergi ke Shenzhen untuk shopping dan melihat Window of the World. Saya izin untuk tidak ikut rombongan. Besok pagi kami sudah harus kembali ke Indonesia, sepertinya akan terlalu melelahkan untuk Ru (15 bulan). Akhirnya saya, Bi, dan Ru memutuskan untuk mengunjungi Chi Lin Nunnery dan Nan Lian Garden, yang letaknya berseberangan. Chi Lin Nunnery adalah kuil Budha bergaya Dinasti Tan yang awalnya dibangun pada 1934, dan dibangun ulang pada tahun 1990-an. Sementara Nan Lian Garden adalah taman bergaya klasik Cina yang juga dibuat bergaya Dinasti Tan.