Langsung ke konten utama

Beli Buku Impor Tanpa Ongkos Kirim

'Selamat Tahun Baru!' Walau sudah kelewat lebih dari dua minggu, tapi ini tulisan pertama saya di tahun ini. Jadi gapapa ya telat. 

Mari mengawali tahun ini dengan senang hati. Saya memang lagi senang karena buku pesanan saya via online akhirnya datang juga. Biasanya saya beli buku impor di toko buku seperti Aksara dan teman-temannya. Tapi kadang, buku yang saya pengen ga ada dimana-mana. Mau beli di Amazon juga ga ngerti caranya, takutnya malah mahal kena pajak dan lain-lain.

Sekitar dua tahun lalu, teman kerja saya waktu itu pernah cerita tentang hobinya beli buku online. "Kalau gw sering belinya di Book Depository, di sana gratis ongkos kirim ke seluruh dunia." "Woow," pikir saya waktu itu, tapi entah kenapa belum-belum juga nyoba beli di sana. 

Desember kemarin, setelah ga berhasil menemukan buku yang saya mau di toko buku, saya akhirnya memutuskan untuk mencoba Book Depository. Cara pesannya super gampang. Tinggal buat account, terus pilih buku yang diinginkan, isi alamat dan lain-lain. Kalau saya bayar pake credit card, tapi kalau mau pake paypal juga bisa. Gampangnya sama kayak pesen tiket pesawat online.

Tanggal 15 Desember pesan - tanggal 18 Desember dapat email kalau bukunya sudah dikirim - akhirnya sampai tanggal 15 Januari. Sebulan. Sebenarnya menurut websitenya pengirimannya sekitar 5-10 hari kerja. Mungkin karena pesannya akhir tahun jadi sampainya lebih lama karena banyak libur.



Bentuk kirimannya kayak gini


Horee.. Ga sabar untuk beli buku-buku lain. *padahal yang ini belum dibaca, hehe. Btw makasi Sherly yang udah ngasih tau saya.

Moral
- Book Depository punya dua alamat, bookdepository.com dan bookdepository.co.uk. Kalau mau beli buku sebaiknya cek dulu dua-duanya, kadang harganya beda. 

- Kalau pesan buku di Book Depository mau berapa pun jumlahnya akan dikirim satu-satu. Untuk menghidari pajak sepertinya. Kalau di Amazon jadi satu.

- Untuk harga mirip-mirip sama harga di toko buku impor di sini, mungkin beberapa malah lebih murah. Tapi harus sabar nunggunya. 

- Kekurangannya, karena dikirim dengan pos biasa (royal mail) paketnya ga bisa di-track keberadaannya. Tapi, menurut pengalaman yang sudah pernah beli, semuanya sampai dengan selamat.


UPDATES
Beberapa waktu lalu saya kembali pesen buku di book depository. Kali ini buka craft yang ukurannya lumayan besar. Sampai sekitar satu bulan setelah pesan, tapi kali ini kondisi bukunya kurang oke. Keduanya dibungkus karton tanpa bubble wrap, kardusnya penyok sehingga bukunya pun ikut penyok. Yang satu (karena tidak dibungkus plastik) bahkan kena air. Huhuhuhu... Tapi mau dibalikin juga gimana

Moral : JANGAN BELI BUKU UKURAN BESAR DI BOOKDEPOSITORY (sebenernya si ga papa, asal siap-siap bukunya ga cantik lagi) 

'Kan yang penting isinya, bukan fisik bukunya,' pikir saya menghibur diri.

Komentar

  1. woooow, cool Ki!!! cuba aaaah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya yuu cobain deh.. klo mau buku second ada juga yang free ongkir tapi gw lupa websitenya apa

      Hapus
  2. kemaren2 uda nyoba bookdepo, tapi lama banget ya..sekitar 3 mingguan. ngga tahan nunggunya T_T

    trus pas browsing2 nemu opentrolley.co.id katanya sih 8-14 hari kerja plus ada nomor lacaknya. iseng2 nyoba beli bukunya erich segal (kaget juga karena ada!!) eh tunggu dan tunggu akhirnya bukunya nyampe dengan selamat sekitar semingguan lebih, yang pasti lebih cepet dari bookdepo. tapi harganya memang lebih mahal sedikit, cuma karena di jakarta flat rate 10ribu. mau pesen 10 atau 1 harga ongkirnya sama :D

    notes: kalau mau pesen bukunya banyak mending ke opentrolley aja, hemat di ongkir sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh gitu ya.. ok.. makasi infonya. nanti kalau mau beli banyak dicoba ah. Jarang-jarang si beli langsung banyak. :D

      Hapus
  3. baru kemarin dua kiriman dari bookdepository tiba dengan selamat setelah sabar nunggu 1,5 bulan ^^/

    BalasHapus
  4. Bagus ni reviewnya, Mau coba dulu beli ke book depository

    BalasHapus
  5. Kami juga menyediakan buku-buku impor dengan harga terjangkau. Silahkan berkunjung ke toko online kami. Terima kasih.

    BalasHapus
  6. udah 4 kali order di book depo dan aku tinggal di kalimantan timur. bukunya datang kurang lebih sebulan setelah kita order tapi ga masalah yg penting nyampe hehe asik banget deh belanja di book depo

    BalasHapus
  7. Mbak, kalo beli buku melalui bookdepository kena pajak impor ga ya? Atau tok harga bukunya doanh no pajak?

    BalasHapus
  8. Di www.gorillasbooks.com anda tidak terkena pajak import dan harga yang ditawarkan merupakan harga terbaik yang kami berikan... Selain itu buku diambil dari warehouse kami sendiri jadi anda tidak memerlukan waktu lama untuk mendapatkan buku pesanan anda...^^

    BalasHapus
  9. coba opentrolley. dot co.id. packingnya sangaatt aman trjamin terus ya ada ongkir tp itu wajar sih tapi bonusnya beli brapa aja jumlahnya ongkir tetap sama per kilo lho ga akan nambah juga!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perlukah Insisi Tongue Tie

Ru sudah bukan bayi lagi, tapi pengalaman menjadi ibu baru dan mengurus bayi sangat membekas bagi saya. Itulah mengapa sekali-kali saya bercerita cerita lampau di sini. Siapa tahu ada ibu baru yang mengalami hal serupa dan bisa belajar dari pengalaman saya. Salah satunya adalah tentang tongue tie , salah satu hal yang sempat ditanyakan beberapa teman saya paska melahirkan. Hampir tiga tahun lalu Ru lahir di Rumah Sakit Puri Cinere. Rumah sakit ini pro ASI. Setelah melahirkan, saya dan Ru tidak hanya dikunjungi oleh dokter kandungan dan dokter anak, tapi juga dokter laktasi. Dokter spesialis menyusui datang dan memeriksa apakah cara menyusu bayi sudah benar dan adakah masalah dalam menyusui. Juga mengajarkan posisi menyusui yang benar. Benar-benar membantu karena menyusui itu ternyata tidak semudah kelihatannya. Beberapa hari setelah Ru lahir puting payudara saya lecet (maaf agak vulgar). Menurut dokter laktasi, setelah memeriksa mulut Ru, hal itu disebabkan Ru mengalami tongue ti...

Cerita Melahirkan: Operasi Caesar Kedua

“Bu, lahir sekarang ya,” kata dokter kandungan saya dengan tenang. Jujur saya dan Bi kaget. Harusnya hari ini hanya kontrol rutin 37 minggu kehamilan. Mestinya sih kami tidak kaget-kaget amat. Sebulan terakhir bu dokter memang bilang ada kemungkinan harus segera dilahirkan kalau ketuban saya di bawah batas normal. Sebab cairan ketuban saya terbilang sedikit. Tapi kami yakin dan percaya itu tidak akan terjadi. Kan saya sudah minum 3 liter air tiap hari, minum air kelapa, dan Pocari Sweat seperti saran dokter. Saya juga sudah afirmasi positif bisa lahiran normal. Kenyataannya ga semua semua yang dipercaya jadi kenyataan. ( FYI saat itu indeks cairan ketuban ( Amniotic Fluid Index ) saya 8 padahal menurut dokter kandungan saya minimal 10. Seminggu sebelumnya masih 12.  Idealnya 15, kata bu dokter)

Chi Lin Nunnery dan Nan Lian Garden (HK Special, Part 5)

Minggu, 26-07-2015 Hong Kong Special Trip  Day 5 Hari terakhir di acara jalan-jalan kali ini. Huhu. Rencananya hari ini keluarga besar saya akan pergi ke Shenzhen untuk shopping dan melihat Window of the World. Saya izin untuk tidak ikut rombongan. Besok pagi kami sudah harus kembali ke Indonesia, sepertinya akan terlalu melelahkan untuk Ru (15 bulan). Akhirnya saya, Bi, dan Ru memutuskan untuk mengunjungi Chi Lin Nunnery dan Nan Lian Garden, yang letaknya berseberangan. Chi Lin Nunnery adalah kuil Budha bergaya Dinasti Tan yang awalnya dibangun pada 1934, dan dibangun ulang pada tahun 1990-an. Sementara Nan Lian Garden adalah taman bergaya klasik Cina yang juga dibuat bergaya Dinasti Tan.