Langsung ke konten utama

Book Review: Pattern Cutting Primer

Buku bulan September saya agak beda dari biasanya, Pattern Cutting Primer. Saya beli tentu karena saat itu lagi semangat-semangatnya menjahit. Sepertinya seru banyak gambar-gambar pola dan layout dalamnya rapi dan sederhana. Saya langsung beli begitu lihat penerbitnya page one, salah satu penerbit buku-buku interior yang saya suka.

Kegembiraan saya tentang buku ini ternyata berhenti di situ saja. Selain memakai banyak istilah tentang jahit menjahit yang saya ga familiar, ilustrasinya pun agak kurang jelas. Pola yang ada tidak dilengkapi gambar pakaian jadinya, saya ga kebayang nantinya akan seperti apa.

Picture from here

Moral
- Buku ini si tidak saya rekomendasikan bagi yang baru belajar jahit. Kalau untuk yang jago juga sepertinya kurang cocok. Jadi saya ga tau sih buku ini sebenernya buat siapa. hehe

- Tentang masalah bahasa yang kurang dimengerti, kemungkinan besar karena kemampuan bahasa inggris saya yang kurang. Kalau kamu merasa jago mungkin buku ini bisa berguna.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perlukah Insisi Tongue Tie

Ru sudah bukan bayi lagi, tapi pengalaman menjadi ibu baru dan mengurus bayi sangat membekas bagi saya. Itulah mengapa sekali-kali saya bercerita cerita lampau di sini. Siapa tahu ada ibu baru yang mengalami hal serupa dan bisa belajar dari pengalaman saya. Salah satunya adalah tentang tongue tie , salah satu hal yang sempat ditanyakan beberapa teman saya paska melahirkan. Hampir tiga tahun lalu Ru lahir di Rumah Sakit Puri Cinere. Rumah sakit ini pro ASI. Setelah melahirkan, saya dan Ru tidak hanya dikunjungi oleh dokter kandungan dan dokter anak, tapi juga dokter laktasi. Dokter spesialis menyusui datang dan memeriksa apakah cara menyusu bayi sudah benar dan adakah masalah dalam menyusui. Juga mengajarkan posisi menyusui yang benar. Benar-benar membantu karena menyusui itu ternyata tidak semudah kelihatannya. Beberapa hari setelah Ru lahir puting payudara saya lecet (maaf agak vulgar). Menurut dokter laktasi, setelah memeriksa mulut Ru, hal itu disebabkan Ru mengalami tongue ti...

Weekend Project: Mengecat Furnitur

Sebagai pasangan lulusan interior desain, saya dan Bi selalu banyak mau kalau berhubungan dengan furnitur dan teman-temannya. Mau yang bagus tapi murah. Nah , berhubung lemari pakaian sebelumnya built-in , kami ga bisa bawa pindah ke rumah baru.    Huhuhu.. Padahal lemari di apartemen udah oke banget menurut kami berdua. Terpaksa harus beli atau bikin lagi. Masalahnya, rumah baru ini judulnya minjem orang tua, jadi nantinya kami harus pindah lagi. Singkat cerita kami memutuskan untuk bikin lemari aka drawer yang ga nempel dinding dan bisa dibawa pindah. Gak mau pesen ke tukang furnitur beneran karena pasti mahal. Awalnya Bi mau bikin furnitur dari nol. Cuma dia mau beli alat-alatnya dulu. Yang canggih-canggih ala workshop orang luar. Ya kapan jadinya itu lemari. Akhirnya Bi jadi lebih realistis dan memutuskan buat pesen aja di tukang furnitur jati belanda yang suka banyak di sekitar Cirendeu atau Ciputat. Furnitur jati belanda harganya lebih murah dari tukang furnitur ...

Gyeongbokgung Palace, Seoul, Korea

15 Juli 2016 Tidak seperti kemarin, hari ini kami tidak menyewa bus dan berencana untuk berkeliling kota Seoul menggunakan subway. Kami tidak membeli tiket subway khusus karena lebih murah beli biasa bila hanya satu hari. Mengikuti itinerary yang telah dibuat tempat pertama yang akan kami kunjungi adalah Gyeongbokgung Palace. Istana ini adalah yang terbesar dan (katanya) paling bagus dari lima komplek istana yang ada di kota Seoul.