Langsung ke konten utama

My Travel Series


Sudah lama sekali ga nulis di sini. Campuran antara sibuk dan memang sedang malas menulis. Hehe.. aneh juga bilang sibuk padahal udah resign dari kerjaan. Tapi sibuk itu kan memang bisa datang dari mana saja. haha. Sekarang setelah semua sibuk-sibuk itu telah terlewati, saya jadi pengen nulis lagi. Nulis tentang jalan-jalan. Satu dari sedikit hal yang teramat saya sukai.

Jalan-jalan itu banyak sekali ceritanya. Karena panjang, saya selalu gagal nulis di sini. Abisnya kalo udah kepanjangan rasanya pengen cepet-cepet udahan. Pengen nulis bla bla bla bla aja biar cepet. Nah, biar ga gagal lagi, kali ini saya memutuskan untuk nulis pengalaman jalan-jalan dalam cerita-cerita pendek saja. Biar saya enak nulisnya dan kamu pun ga capek bacanya.

My travel series, judul yang sok-sok ditulis pake bahasa inggris karena kalo ditulis pake bahasa Indonesia jadinya 'seri perjalanan saya', yang kedengerannya kayak cerita bocah picisan.

Selamat menikmati!

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belanja Mainan Murah di Korea

Dongdaemun Stationery and Toys Alley, Seoul, Korea Sesuai namanya tempat belanja di daerah Dongdaemun ini menjual alat tulis dan mainan yang katanya murah. Sebagai orang tua sayang anak, saya dan Bi, suami saya, menyempatkan berkunjung ke sini dalam kunjungan singkat kami ke Seoul. Lokasinya tak jauh dari pintu keluar subway . Waaah senang sekali melihat pasar yang isinya cuma alat tulis dan mainan aneka rupa.

Perlukah Insisi Tongue Tie

Ru sudah bukan bayi lagi, tapi pengalaman menjadi ibu baru dan mengurus bayi sangat membekas bagi saya. Itulah mengapa sekali-kali saya bercerita cerita lampau di sini. Siapa tahu ada ibu baru yang mengalami hal serupa dan bisa belajar dari pengalaman saya. Salah satunya adalah tentang tongue tie , salah satu hal yang sempat ditanyakan beberapa teman saya paska melahirkan. Hampir tiga tahun lalu Ru lahir di Rumah Sakit Puri Cinere. Rumah sakit ini pro ASI. Setelah melahirkan, saya dan Ru tidak hanya dikunjungi oleh dokter kandungan dan dokter anak, tapi juga dokter laktasi. Dokter spesialis menyusui datang dan memeriksa apakah cara menyusu bayi sudah benar dan adakah masalah dalam menyusui. Juga mengajarkan posisi menyusui yang benar. Benar-benar membantu karena menyusui itu ternyata tidak semudah kelihatannya. Beberapa hari setelah Ru lahir puting payudara saya lecet (maaf agak vulgar). Menurut dokter laktasi, setelah memeriksa mulut Ru, hal itu disebabkan Ru mengalami tongue ti...

Cerita Melahirkan: Operasi Caesar Kedua

“Bu, lahir sekarang ya,” kata dokter kandungan saya dengan tenang. Jujur saya dan Bi kaget. Harusnya hari ini hanya kontrol rutin 37 minggu kehamilan. Mestinya sih kami tidak kaget-kaget amat. Sebulan terakhir bu dokter memang bilang ada kemungkinan harus segera dilahirkan kalau ketuban saya di bawah batas normal. Sebab cairan ketuban saya terbilang sedikit. Tapi kami yakin dan percaya itu tidak akan terjadi. Kan saya sudah minum 3 liter air tiap hari, minum air kelapa, dan Pocari Sweat seperti saran dokter. Saya juga sudah afirmasi positif bisa lahiran normal. Kenyataannya ga semua semua yang dipercaya jadi kenyataan. ( FYI saat itu indeks cairan ketuban ( Amniotic Fluid Index ) saya 8 padahal menurut dokter kandungan saya minimal 10. Seminggu sebelumnya masih 12.  Idealnya 15, kata bu dokter)