Langsung ke konten utama

#2. Hong Kong - Octopus Card

(My Travel Series)

_________
Senin, 26-3-2012 s/d Jumat, 30-3-2012
Hongkong-Singapore Trip
Day 1- 5

Misalnya ada yang tanya : "Apa yang kamu paling suka dari Hong Kong?"
Saya pasti bakal jawab: "Octopus Card!"




Octopus Card adalah kartu sakti yang bisa dipake  membayar segala moda transportasi di Hong Kong. Mulai dari MTR (subway), bus, bus tingkat, trem, sampe ferry. Tinggal di tempelin ke sensornya, ke debit deh saldonya. Selain itu, kartu yang satu ini juga bisa dipake buat belanja di 7Eleven, bayar rumah sakit, sampe untuk ngasih sumbangan di kotak sumbangan . Keren banget kan...

Mengikuti saran semua orang yang sudah pernah ke Hong Kong, Saya dan W si teman perjalanan membeli kartu sakti ini begitu sampe di bandara. Setelah celingak-celinguk kebingungan akhirnya kita tau kalau belinya di booth penjualan tiket kereta yang ada di sana. Harganya $150 HK.

Setelah beli Octopus Card, kami pun naik Airport Express menuju tengah kota. Begitu sampe di stasiun Central, kita berdua ga bisa keluar karena saldonya jadi $0. Jeng! jeng!

"Mahal juga ya..," kata si W.

Kami pun langsung isi lagi kartunya masing-masing $100HK sambil deg-degan jangan-jangan bakal sangat cepet abis. Ternyata kita berdua cuma salah sangka. Dari $150 itu, $100 ongkos naik airport express yang jaraknya emang jauh banget, $50 buat deposit yang bisa diambil lagi. Sementara $100 yang diisi kemudian itu ternyata cukup buat jalan-jalan di dalam kota selama 5 hari, ada sisanya malahan. Fiuuuhhh....

Saat mau meninggalkan Hong Kong, kita isi lagi kartunya $100 untuk biaya airport express balik ke bandara. Di sana, kita menukar si kartu yang selalu ada di kantong selama lima hari itu dengan deposit uang $50 plus sisa saldonya. Bye bye octopus card!

*Fyi octopus card ini bisa diisi di semua 7Eleven yang ada hampir di tiap jengkal Hong Kong. Juga bisa dipake tanpa harus ngeluarin dari dalam dompet.


Moral
Kalau ada yang mau ke Hong Kong kartu ini adalah kartu yang wajib dipunyai. Selain praktis ga usah siapin uang kecil setiap naik angkutan umum, juga karena karena ada diskon khusus untuk pengguna octopus card.


Selanjutnya  >> #3. Hong Kong - The Peak / Madame Tussaud
Sebelumnya >> #1. Hong Kong - Halo Dokter

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perlukah Insisi Tongue Tie

Ru sudah bukan bayi lagi, tapi pengalaman menjadi ibu baru dan mengurus bayi sangat membekas bagi saya. Itulah mengapa sekali-kali saya bercerita cerita lampau di sini. Siapa tahu ada ibu baru yang mengalami hal serupa dan bisa belajar dari pengalaman saya. Salah satunya adalah tentang tongue tie , salah satu hal yang sempat ditanyakan beberapa teman saya paska melahirkan. Hampir tiga tahun lalu Ru lahir di Rumah Sakit Puri Cinere. Rumah sakit ini pro ASI. Setelah melahirkan, saya dan Ru tidak hanya dikunjungi oleh dokter kandungan dan dokter anak, tapi juga dokter laktasi. Dokter spesialis menyusui datang dan memeriksa apakah cara menyusu bayi sudah benar dan adakah masalah dalam menyusui. Juga mengajarkan posisi menyusui yang benar. Benar-benar membantu karena menyusui itu ternyata tidak semudah kelihatannya. Beberapa hari setelah Ru lahir puting payudara saya lecet (maaf agak vulgar). Menurut dokter laktasi, setelah memeriksa mulut Ru, hal itu disebabkan Ru mengalami tongue ti...

Cerita Melahirkan: Operasi Caesar Kedua

“Bu, lahir sekarang ya,” kata dokter kandungan saya dengan tenang. Jujur saya dan Bi kaget. Harusnya hari ini hanya kontrol rutin 37 minggu kehamilan. Mestinya sih kami tidak kaget-kaget amat. Sebulan terakhir bu dokter memang bilang ada kemungkinan harus segera dilahirkan kalau ketuban saya di bawah batas normal. Sebab cairan ketuban saya terbilang sedikit. Tapi kami yakin dan percaya itu tidak akan terjadi. Kan saya sudah minum 3 liter air tiap hari, minum air kelapa, dan Pocari Sweat seperti saran dokter. Saya juga sudah afirmasi positif bisa lahiran normal. Kenyataannya ga semua semua yang dipercaya jadi kenyataan. ( FYI saat itu indeks cairan ketuban ( Amniotic Fluid Index ) saya 8 padahal menurut dokter kandungan saya minimal 10. Seminggu sebelumnya masih 12.  Idealnya 15, kata bu dokter)

Chi Lin Nunnery dan Nan Lian Garden (HK Special, Part 5)

Minggu, 26-07-2015 Hong Kong Special Trip  Day 5 Hari terakhir di acara jalan-jalan kali ini. Huhu. Rencananya hari ini keluarga besar saya akan pergi ke Shenzhen untuk shopping dan melihat Window of the World. Saya izin untuk tidak ikut rombongan. Besok pagi kami sudah harus kembali ke Indonesia, sepertinya akan terlalu melelahkan untuk Ru (15 bulan). Akhirnya saya, Bi, dan Ru memutuskan untuk mengunjungi Chi Lin Nunnery dan Nan Lian Garden, yang letaknya berseberangan. Chi Lin Nunnery adalah kuil Budha bergaya Dinasti Tan yang awalnya dibangun pada 1934, dan dibangun ulang pada tahun 1990-an. Sementara Nan Lian Garden adalah taman bergaya klasik Cina yang juga dibuat bergaya Dinasti Tan.