Langsung ke konten utama

Tok Tar

Sedikit info tentang Mainan Tradisional Jawa Barat. (yang menurut saya masuk nominasi mainan paling gak seru, haha)



Apa itu TOK TAR?

Tok tar adalah mainan tradisional Jawa Barat. Berupa batang bambu mirip 'gantar', yaitu batang bambu yang berfungsi menggapai tempat-tempat tinggi, misalnya untuk mengambil buah atau hal-hal lain yang berada jauh di atas jangkauan. Gantar biasanya disimpan di belakang rumah dekat kadang ayam, karena itu gantar sering kali dipakai bertengger oleh ayam sehingga di gantar tersebut selalu ada kotoran ayam. Maka sering dijadikan sindiran, tok tar artinya tai kotok dina gantar (terjemahan : kotoran ayam di gantar).

Cara bermain :

Beberapa anak membawa bilah bambu seperti gantar dengan dipukul-pukulkan sambil bernyanyi

Tok-tar tok-tar
Taliung tali euntung
Tai kotok dina gantar
Di riung ku adi beuteung

Begitulah selanjutnya bernyanyi sambil berjalan-jalan memukulkan bambunya.

(sumber : Perubahan dan Pengembangan Bentuk, Fungsi, dan Material Mainan dalam Permainan Anak di Masyarakat Sunda. Mohamad Zaini Alif)




*Waktu pertama kali baca tentang permainan ini saya beneran bingung, emang ada orang yang mau main permainan ini lebih dari satu kali? atau mungkin karena saya belom pernah coba. Tapi apa iya..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Museum Kata, Belitung

Sebuah rumah warna-warni menyambut kami di pinggir jalan sepi itu. "Fiction is the new power" tertulis di sana. Menarik, pikir saya. Museum Kata ternyata lebih besar dari kelihatannya. Di dalamnya berisi tentang perjalanan Laskar Pelangi, juga tentang berbagai hal lainnya seperti tentang Belitung dan literatur dunia. Untuk pertama kalinya saya tidak terganggu dengan banyaknya tulisan yang tertempel di dinding. Biasanya museum dengan banyak tulisan dan sedikit interaksi dengan benda pamer membuat saya bosan. Namun museum ini membuat saya merasa membaca buku tiga dimensi. Saya mengagumi Andrea Hirata. Seseorang dari di pulau kecil tapi cerdas, mampu menulis dengan baik, sukses memperkenalkan kampung halamannya, dan meningkatkan perekonomian daerah asalnya lewat pariwisata. Gara-gara Laskar Pelangi Belitung lebih terkenal daripada pulau tetangganya, Bangka. Padahal pantai di Bangka juga sama cantiknya.

Playground: Kidzoona, AEON, BSD

Libur pemilu kemarin Ru main di AEON BSD sama sepupu-sepupunya, Freya dan Cleo. Tiba-tiba ke AEON karena uyutnya Ru yang lagi jalan-jalan ke sana dan pasti seneng kalau cicitnya ikut gabung. Akhirnya tiga bocah itu dibolehin main di playground karena bingung juga mau ngapain. Mainnya di Kidzoona, supaya eyang uyut bisa nontonin dari luar. Kalau Playtime dan Miniapolis tertutup jadi ga bisa dilihat anaknya lagi main apa. Kidzoona ada di dalam department store AEON bagian anak-anak di lantai 2. Tepatnya berada di ujung paling dalam. Harga Tiket dan Member Untuk main di sini ada dua pilihan waktu: 1 jam atau satu hari. Biayanya 80 ribu untuk satu jam dan 130 ribu untuk satu hari pada weekend atau hari libur. Sementara di hari kerja biayanya 50 ribu dan 80 ribu saja. Saran saya jangan pilih tiket satu hari kalau weekend . Selain mahal, playground -nya ramai.

#5. SG Trip - Peranakan Museum

( My Travel Series ) _____________ Senin, 25-1-2010 Singapore Museum Trip Day 1 (Please note that this trip happened in 2010, there are probably some changes in the museum now) Mengunjungi Museum Peranakan setelah  National Museum of Singapore  adalah suatu kesalahan. Pertama, energi saya sudah terkuras cukup banyak paska keliling-keliling di museum nasional yang sungguh besar itu. Kedua, Setelah melihat museum besar dan sangat 'wah', Museum Peranakan jadi terlihat kecil dan biasa saja. Padahal Museum Peranakan ini sebenarnya menarik. Museum Peranakan ini berisi tentang warga keturunan yang lahir di Singapura. Bagaimana ya menjelaskannya, intinya tentang beragam suku bangsa yang datang dan kemudian membangun keluarga di Singapura, asal-usul penduduk Singapura. Untuk lebih jelasnya, ini saya kasih sedikit preview lewat foto. Silahkan. Di luar Museum Peranakan Kiri: Saya sedang mendengarkan penjelasan via head phone. // Kanan: Si Ade dengan telpon k...