Langsung ke konten utama

#8. Pematang Siantar - Toko Sedap

(My Travel Series)
August 2010
Day 3

Tomorrow morning we're going to go back to Jakarta, so today was our last day exploring north Sumatra. In our way back to Medan, we stopped at a vintage coffee shop named Toko Sedap. This place is popular for its custard apple jam or selai srikaya (in bahasa).

We ordered custard apple jam toasts with a cup of coffee. I didn't drink the coffee but according to people who drank it, the coffee tasted nice and very suitable with the toast. 


For me the taste of the toast was not special, but my mom loved it so much. She even brought some custard apple jam home. However, I always love to eat in a place with history. It made me imagine how was this place look like in its era. It wasn't so hard to imagine because I think they are never re-design the facade, interior, the cup or the dish.

When we ate the bread, some people around us ate noodles that look very tasty. My sister and I asked my mom's friend where to buy the noodles because Toko Sedap didn't sell any. 'The noodle is from that place,' she pointed a place near Toko Sedap,'but you are not allowed to eat that because it contains pork', she added. What a disappointing answer. I already imagined eating the noodle. 

Forget the noodles, it's time to go. With a crazy ride like taking the metromini in Jakarta, we arrived in Medan in short time. I felt dizzy and nauseous. I think this is how North Sumatra people drive.

Other Things That I found in my last day in North Sumatra

B1/B2 -- Along the way I saw many B1 / B2 sign. I tried to guess the meaning and failed. My mom's friend then told us B1 was for Biang (Dog in Batak Language) and B2 stands for Babi (Pig in Bahasa). Because most people in North Sumatra are not muslim, pig and dog are common food for them. Stop in any of this sign to try the dish if you want.

Durian -- Medan is popular for durian. Durian medan tastes a bit bitter than other durian's type. You are not allowed to bring durian in the plane because of its smell, but in medan they have a special packaging to reduce the smell. Pssst... don't tell airport officials it is a durian, just lie. Hehe

Tips and Conclusion

- If you like historical and vintage place, visiting Toko Sedap is a must.

- It is hard to find halal food around lake Toba and in the way from lake Toba to Medan. If you are muslim, you better do some research about it so you won't be starving.

- For people who love to eat pork and dog, this place is heaven.

- Durian shop in Medan open until mid-night. 


Previous    >> #7. Lake Toba - Fish Farm

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Chi Lin Nunnery dan Nan Lian Garden (HK Special, Part 5)

Minggu, 26-07-2015 Hong Kong Special Trip  Day 5 Hari terakhir di acara jalan-jalan kali ini. Huhu. Rencananya hari ini keluarga besar saya akan pergi ke Shenzhen untuk shopping dan melihat Window of the World. Saya izin untuk tidak ikut rombongan. Besok pagi kami sudah harus kembali ke Indonesia, sepertinya akan terlalu melelahkan untuk Ru (15 bulan). Akhirnya saya, Bi, dan Ru memutuskan untuk mengunjungi Chi Lin Nunnery dan Nan Lian Garden, yang letaknya berseberangan. Chi Lin Nunnery adalah kuil Budha bergaya Dinasti Tan yang awalnya dibangun pada 1934, dan dibangun ulang pada tahun 1990-an. Sementara Nan Lian Garden adalah taman bergaya klasik Cina yang juga dibuat bergaya Dinasti Tan.

Playground di Cinere - Fun Polis

Menurut berbagai penelitian bermain itu manfaatnya sangat banyak untuk perkembangan anak. Makanya saya dan Bi lumayan rajin ajak Ru (2 Tahun) main di playground . Dengan agenda terselubung bikin energi anaknya cepet habis karena kami berdua capek ngejar ke sana kemari. Ngga, Ru ga masuk kategori hiperaktif kok, tapi aktif aja.  Oktober lalu ada playground baru di Cinere, lumayan dekat dari rumah. Lokasinya ada di gedung Informa sebelah jalan Jakarta. Saya tau tempat ini dari ponakan saya Freya (5 tahun). Sehari sebelumnya dia main di sana dan cerita ke saya dengan harapan saya ajak lagi ke sana. Hari itu juga kami ajak Ru ke sana tanpa Freya. Maaf ya Fre, kita ga sanggup bawa anak dua dan males harus pulangin kamu lagi. (Kali-kali anaknya suatu hari baca blog ini) Playground ini lokasinya ada di lantai dasar menggantikan Informa di lantai itu. Desainnya, jujur saya ga suka sama sekali. Kayaknya desainernya mendalami bidang anak-anaknya cuma di permukaan aja. Tapi beda...

Museum Kata, Belitung

Sebuah rumah warna-warni menyambut kami di pinggir jalan sepi itu. "Fiction is the new power" tertulis di sana. Menarik, pikir saya. Museum Kata ternyata lebih besar dari kelihatannya. Di dalamnya berisi tentang perjalanan Laskar Pelangi, juga tentang berbagai hal lainnya seperti tentang Belitung dan literatur dunia. Untuk pertama kalinya saya tidak terganggu dengan banyaknya tulisan yang tertempel di dinding. Biasanya museum dengan banyak tulisan dan sedikit interaksi dengan benda pamer membuat saya bosan. Namun museum ini membuat saya merasa membaca buku tiga dimensi. Saya mengagumi Andrea Hirata. Seseorang dari di pulau kecil tapi cerdas, mampu menulis dengan baik, sukses memperkenalkan kampung halamannya, dan meningkatkan perekonomian daerah asalnya lewat pariwisata. Gara-gara Laskar Pelangi Belitung lebih terkenal daripada pulau tetangganya, Bangka. Padahal pantai di Bangka juga sama cantiknya.