Langsung ke konten utama

Pilih Ubi atau Singkong?

Oktober lalu, saya dan keluarga sempet jalan-jalan ke Papua. Mendarat di Sorong lalu ke Raja Ampat.

Sebelum ke Raja Ampat, kita menginap dulu 1 malam di Sorong. Di sana, kita ditemenin sama saudara saya yang tinggal dan bekerja di situ. Sebagai seorang turis, kita pun bertanya tentang hal menarik apa yang ada di Sorong. Mas K- sebut saja begitu namanya - agak bingung. Kota Sorong ini ga punya sesuatu yang khas. Bahkan makanan khas pun ga ada.

Akhirnya dia pun mengantar kami keliling-keliling. Dalam 30 menit selesai sudah acara keliling kota. Semua sudah terjelajahi. Yang spesial? Hampir ga ada. Kecuali mal paling besar yang gedenya paling segede Aneka Buana di Pondok Labu deket rumah saya. Segede Tip Top kalau di Rawamangun. Segede Borma kalau di Bandung. Kecillah pokoknya.

Selesai keliling-keliling, kami pun diajak makan di pinggir jalan. Di sebelah pantai yang tertutup dinding. Mirip di Ancol. Mas K pun memesan makanan dan minuman yang kira-kira agak beda dengan makanan ibu kota. Minuman bernama Saraba, ubi goreng, dan sesuatu makanan pisang saya lupa namanya.

Saraba lumayan enak. Rasanya mirip bandrek. Minuman jahe hangat.Tapi ini sebenernya juga bukan minuman khas Sorong, karena begitu saya mampir di Makassar banyak yang jual Saraba dengan tulisan 'Minuman khas Makassar.'

Pisang sesuatu namanya itu saya lupa rasanya. Agak aneh kalo ga salah. Gatau deh saya lupa.

Yang terakhir lumayan spesial, ubi goreng. Pas dimakan rasanya kayak singkong goreng, bentuknya juga. Saya sampe lihat menunya lagi, tulisannya : ubi goreng. Dalam bingung saya makan saja. Ternyata adik saya juga mengalami kebingungan yang sama. Dia makan dan lihat menunya. Ga puas, dia akhirnya nanya ke mas K.

"Ini singkong apa ubi si? Tulisannya ubi rasanya singkong.." Ya, dia memang lebih vokal dari saya.

"Itu singkong. Kalau di sini semua yang umbi-umbian dibilang ubi," mas K menjawab kebingungan kami.

Jadi mau pilih ubi apa singkong? Yang dateng bakal sama-sama aja. Hehehehe.



FYI. Alasan kenapa Sorong tidak punya makanan atau sesuatu yang khas adalah karena kota ini awalnya dibuka untuk transmigran. Bukan kota yang sudah berkembang sejak dulu. Juga kota yang dibuka oleh Pertamina. No wonder ga ada setitik pun tradisi yang terasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perlukah Insisi Tongue Tie

Ru sudah bukan bayi lagi, tapi pengalaman menjadi ibu baru dan mengurus bayi sangat membekas bagi saya. Itulah mengapa sekali-kali saya bercerita cerita lampau di sini. Siapa tahu ada ibu baru yang mengalami hal serupa dan bisa belajar dari pengalaman saya. Salah satunya adalah tentang tongue tie , salah satu hal yang sempat ditanyakan beberapa teman saya paska melahirkan. Hampir tiga tahun lalu Ru lahir di Rumah Sakit Puri Cinere. Rumah sakit ini pro ASI. Setelah melahirkan, saya dan Ru tidak hanya dikunjungi oleh dokter kandungan dan dokter anak, tapi juga dokter laktasi. Dokter spesialis menyusui datang dan memeriksa apakah cara menyusu bayi sudah benar dan adakah masalah dalam menyusui. Juga mengajarkan posisi menyusui yang benar. Benar-benar membantu karena menyusui itu ternyata tidak semudah kelihatannya. Beberapa hari setelah Ru lahir puting payudara saya lecet (maaf agak vulgar). Menurut dokter laktasi, setelah memeriksa mulut Ru, hal itu disebabkan Ru mengalami tongue ti...

Belanja Mainan Murah di Korea

Dongdaemun Stationery and Toys Alley, Seoul, Korea Sesuai namanya tempat belanja di daerah Dongdaemun ini menjual alat tulis dan mainan yang katanya murah. Sebagai orang tua sayang anak, saya dan Bi, suami saya, menyempatkan berkunjung ke sini dalam kunjungan singkat kami ke Seoul. Lokasinya tak jauh dari pintu keluar subway . Waaah senang sekali melihat pasar yang isinya cuma alat tulis dan mainan aneka rupa.

Review Breast Pump Silikon MOOIMOM

Bagi buibu yang instagramnya ibu-ibu banget pasti ga asing dengan pompa ASI ini. Iklannya banyak berseliweran di Instagram. Kebetulan saya memang lagi pikir-pikir untuk beli breast pump karena dua pompa ASI yang saya punya rusak. Harusnya keduanya bisa dibenerin tapi ya kok saya males. Akhirnya saya putuskan beli saja karena review Mooimom breast pump ini cukup baik dan harganya murah. Pesan dan Unboxing Saya kemudian memesan breast pump ini di website resminya. Sampainya cepat sekali. pesan hari jumat, besoknya sampai. Belinya yang versi lama karena harganya beda hampir seratus ribu tapi perbedaan bentuknya kurang signifikan. Breast pump ini dikemas di dalam kotak karton tipis dan dibungkus plastik. dilengkapi juga dengan tutup plastik. Tidak ada buku manual karena Semua petunjuk tertulis di bagian luar kotak. Cara Kerja Awalnya saya kira pompa ini lebih seperti penampung ASI bukan pompa beneran, tapi katanya bukan. Infonya bisa dipakai untuk tiga hal: menjadi pompa ASI, d...